Keresahan Warga Teuku Umar Makassar gegara Sampah Dibiarkan Menumpuk Sepekan

Keresahan Warga Teuku Umar Makassar gegara Sampah Dibiarkan Menumpuk Sepekan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 06 Apr 2026 07:32 WIB
Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar.
Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar. Foto: (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Warga Jalan Teuku Umar 13 Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dibuat resah dengan tumpukan sampah yang sudah sepekan tidak diangkut. Kondisi itu menimbulkan bau menyengat dan membuat rumah warga kerap diserbu lalat hingga ulat.

Tumpukan sampah tersebut berada di depan sebuah pabrik di Jalan Teuku Umar 13, Kecamatan Tallo. Di lokasi, terdapat tiga truk pengangkut berisi sampah tanpa pengemudi yang terparkir.

Warga bernama Yusuf mengatakan sampah menumpuk sudah sepekan. Truk sampah yang berada di lokasi juga disebut sudah sejak beberapa hari belum juga membawa sampah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada kurang lebih 1 minggu mungkin. Itu mobil (pengangkut sampah) ada yang begitu dari kemarin itu," kata warga bernama Yusuf kepada detikSulsel di lokasi, Minggu (5/4/2026).

Yusuf mengatakan penumpukan sampah di lokasi itu memang kerap terjadi sejak tiga bulan terakhir. Namun ia mengaku truk sampah selalu datang setiap tiga hari sekali untuk mengangkut sampah tersebut.

ADVERTISEMENT

Dia pun heran sudah seminggu belakangan sampah tersebut tak kunjung diangkut. Padahal truk pengangkut sudah berada di lokasi sejak Sabtu (4/4).

"Ada (petugas pengangkut sampah), cuma kadang-kadang datang, kayak itu ada contoh di situ mobil. Itu mobil hanya standby begitu dari kemarin-kemarin," ujarnya.

Yusuf mengaku tumpukan sampah tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan pengendara yang melintas. Menurutnya, bau yang menyengat juga mengundang lalat masuk ke dalam rumah.

"Pasti mengganggu, apalagi kan boleh dikatakan sudah jalan umum. Lebih banyak orang lalu lalang di sini daripada yang di sebelah. Sampai masuk lalat ke rumah juga ini," kata Yusuf.

Warga lainnya bernama Puang turut membenarkan tumpukan sampah itu telah seminggu terjadi. Ia juga heran sampah tersebut tak kunjung diangkut padahal sudah meluber ke jalanan.

"Mungkin sudah lebih (seminggu), truk sampahnya sudah dua hari itu, mungkin truknya rusak," ujarnya.

Ia pun mengeluhkan tumpukan sampah yang kerap terjadi itu. Ia menyebut, pengangkut sampah hanya datang sesekali dan itupun tidak mengangkut sampah secara maksimal.

Selain itu, Puang juga menilai kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarang masih minim. Ia mengungkap, ketua Rt dan Rw setempat telah mencari solusi namun penumpukan sampah tersebut masih terus terjadi.

"Ini warga semua pada resah, kita mau tegur nda enak juga. Dia bayar baru sampah tidak diambil, jarang ada mobil sampah masuk, biasa adaji (motor sampah) kaisar masuk, tapi banyak memang mi muatannya baru masuk, jadi sampai ji lorong dua sudah penuh," bebernya.

Puang menyebut, selain merusak pemandangan, sampah tersebut juga menimbulkan bau yang tak sedap. Bahkan ia mengungkap, kondisi akan semakin parah saat hujan turun.

"Kalau hujan itu, aliran sampah itu lari semua ke sini (rumah warga), ulat-ulatnya banyak di sini di jalan. Kita mau apa, pasrah saja," katanya.

Camat Klaim Sudah Diangkut

Camat Tallo Andi Husni mengklaim telah menindaklanjuti sampah yang menumpuk di Jalan Teuku Umar 13. Tumpukan sampah itu disebut sudah diangkut tapi kembali menumpuk karena warga kembali membuang sampah.

Laporan penumpukan sampah tersebut telah ditindaklanjuti sejak Sabtu (4/4). Husni menyebut truk sampah telah dikerahkan, namun memang belum sepenuhnya diangkut.

"Mobil sampahnya tidak selesaikan kemarin. Hari ini langsung ditindaklanjuti," kata Husni saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Minggu (5/4).

Husni menegaskan, pihaknya akan segera mengangkut seluruh sampah yang belum terselesaikan itu. Ia mengklaim sampah kembali menumpuk karena warga yang kerap membuang sampah di lokasi itu.

"Itu sudah dibersihkan tapi memang masyarakat buang sampah lagi di situ. Ini sementara dicarikan solusi sama RT dan RW untuk jaga," ucapnya.

Husni belum menjelaskan lebih jauh soal penumpukan sampah yang terjadi. Termasuk penyebab sampah menumpuk di lokasi hingga sepekan karena tidak diangkut.




(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads