Menanti Wajah Baru TPA Antang Makassar Lewat Proyek Rp 23 M

Menanti Wajah Baru TPA Antang Makassar Lewat Proyek Rp 23 M

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Sabtu, 28 Mar 2026 09:00 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau TPA Antang.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau TPA Antang. Foto: (dok. Humas Pemkot Makassar)
Makassar -

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan dibenahi dengan total pagu anggaran sebesar Rp 23 miliar. Proyek tersebut menyasar pengerjaan akses jalan hingga jalur pedestrian di sekitar lokasi.

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin telah program untuk memprioritaskan pembenahan infrastruktur pendukung di kawasan TPA Antang. Adapun proyek tersebut yakni pembangunan jalan menuju TPA Antang Rp 10,6 miliar dan penataan pedestrian Rp 12,65 miliar.

Appi usai menggelar rapat bersama dinas teknis yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas Pengerjaan Umum (PU), serta Dinas Penataan Ruang (Distaru). Program ini diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih tertata, meningkatkan aspek keselamatan, serta mendukung kelancaran aktivitas di sekitar akses TPA secara menyeluruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah melakukan rapat bersama dinas teknis terkait untuk memastikan solusi penanganan bongkar muat sampah ini berjalan berkelanjutan," ujar Appi dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Menurut Appi, Proyek bisa menjadi solusi konkret dalam memperlancar distribusi armada pengangkut sampah, sekaligus mendukung penataan kawasan agar lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. Penataan TPA, kata dia, salah satunya sebagai respons atas antrean panjang armada truk sampah yang kerap memicu kemacetan di area TPA, terutama pasca arus mudik.

ADVERTISEMENT

Appi mengatakan OPD teknis telah diarahkan untuk fokus merumuskan langkah konkret sekaligus solusi jangka panjang guna menata kawasan TPA. Dia mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, khususnya di kawasan TPA Antang.

"Saya memastikan sistem pengelolaan TPA harus dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kita tidak ingin ini hanya menjadi tempat buang sampah semata, tetapi bagaimana pengelolaannya bisa lebih baik, mulai dari penataan, penutupan (cover), hingga pengaturan akses dan ketinggian timbunan sampah," papar Appi.

Anggaran Rp 23 M Masuk Program Prioritas

Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar terus mendorong pembenahan infrastruktur pendukung di kawasan TPA Antang. Proyek ini menjadi bagian dari program strategis prioritas dalam mendukung kelancaran sistem pengelolaan sampah, khususnya akses keluar masuk armada di TPA Tamangapa.

Salah satu fokus utama adalah pembangunan jalan akses TPA Antang, dengan pagu anggaran sebesar Rp 10.631.400.000. Proyek ini mencakup satu ruas jalan yang saat ini masih dalam tahap persiapan dokumen perencanaan.

"Pembangunan Jalan Akses TPA Tamangapa dengan pagu Rp 10,63 miliar untuk satu ruas saat ini sementara dalam tahap persiapan dokumen," jelasnya.

Selain itu, Dinas PU juga mengalokasikan anggaran untuk penataan pedestrian di kawasan tersebut dengan nilai mencapai Rp 12.659.472.000 yang mencakup dua ruas. Program penataan ini ditujukan untuk mendukung keteraturan kawasan sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan di sekitar akses TPA.

"Untuk penataan pedestrian dengan pagu Rp12,65 miliar terdapat di dua ruas, saat ini juga masih dalam tahap persiapan dokumen tender pekerjaan," tambah Zuhaelsi.

Sopir Truk Antre hingga 12 Jam di TPA Antang

Sopir truk sampah di TPA Antang terpaksa menanggung derita imbas tiga alat berat rusak beberapa waktu terakhir. Mereka harus menunggu hingga 12 jam untuk bisa membongkar muatan.

Seorang sopir, Hamrin menyebut proses pembuangan sampah semestinya bisa berlangsung cepat bila didukung peralatan yang memadai. Namun, kerusakan alat serta operasional di lapangan membuat antrean menjadi panjang.

"Kalau buangnya cepat sekali, sampai sana dibongkarmi. Operatornya (yang membuat lama)," ujar Hamrin kepada detikSulsel di lokasi, Rabu (25/3).

Dampak dari kondisi tersebut, para sopir terpaksa harus menunggu dalam waktu lama. Waktu tunggu bahkan bisa mencapai hingga 12 jam.

"Lama (menunggu), karena kadang-kadang dari jam 10 (pagi) sampai jam 10 malam juga," kata Hamrin.

Hamrin mengaku para sopir sering kali tidak sempat kembali ke rumah karena harus tetap berada di lokasi antrean. Akibatnya, mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli makan di sekitar lokasi.

"Habis gaji, (karena) sampai malam kita di sini, tidak bisa pulang makan," keluhnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads