Pria bernama Sultan Said (55) meninggal dunia usai diduga diancam adik iparnya, Hasjaya Daeng Buang (51) menggunakan parang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aparat kepolisian kini memburu pelaku yang melarikan diri.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mannuruki 2, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (18/3) sekitar pukul 22.20 Wita. Insiden ini bermula dari cekcok antara korban dan pelaku.
"Awalnya terjadi perselisihan antara korban dengan pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga sebagai saudara ipar. Kemudian pelaku melakukan pengancaman dengan menggunakan parang," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahiduddin belum merinci penyebab percekcokan tersebut. Korban yang diancam parang kemudian berusaha kabur dari kejaran adik iparnya.
"Korban berlari untuk menghindari pelaku, namun terjatuh dan pingsan di lokasi kejadian," katanya.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Haji Makassar untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas nyawa korban tidak tertolong.
"Saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia," tambah Wahiduddin.
Wahiduddin melanjutkan, korban disebut memiliki riwayat penyakit. Hal ini berdasarkan keterangan dari pihak keluarga.
"Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," lanjutnya.
Polisi saat ini masih menyelidiki motif pengancaman berujung maut tersebut. Sementara pelaku masih diburu oleh polisi.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Pelaku juga masih dalam pengejaran," pungkas Wahiduddin.
(sar/sar)











































