Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan memusatkan pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 di Lapangan Karebosi. Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, dijadwalkan melaksanakan salat Id di lokasi tersebut bersama sejumlah tokoh.
"Insyaallah nanti untuk Salat Idul Fitri, pertama akan dilaksanakan terpusat di Lapangan Karebosi," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Makassar, Mohammad Syarief kepada detikSulsel, Rabu (18/3/2026).
Syarief menjelaskan salat Idul Fitri akan dipimpin oleh Syekh Abdul Aziz Al-Areiqi. Sementara khotbah hari raya akan disampaikan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami juga bersama wali kota beserta juga tokoh-tokoh masyarakat, anggota DPR RI, beserta juga Forkopimda di Karebosi," beber Syarief.
Ia menambahkan, jadwal pelaksanaan salat Idul Fitri masih menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat. Meski demikian, lokasi pelaksanaan tetap dipersiapkan sejak dini.
"Kondisi sekarang Lapangan Karebosi kalau hadir semua di atas tribun tersebut, tribun beton itu, muat sampai kurang lebih 50.000 lah muatnya," tutur Syarief.
Saat ini, persiapan di lokasi telah mencapai sekitar 75 persen, termasuk pemasangan saf dan spanduk.
"Kita sudah mulai mengarahkan pemasangan saf-saf, nanti malam mulai pasang saf, kemudian pemasangan spanduk-spanduk. Persiapan sekarang kondisinya sudah kurang lebih 75 persen," jelasnya.
Pemkot Makassar juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran kegiatan. Aparat kepolisian dan TNI akan dikerahkan guna mengatur lalu lintas serta menjaga keamanan di sekitar lokasi.
Selain itu, pengaturan parkir telah disiapkan oleh Perumda Parkir bersama PT Tosan Permai. Sejumlah titik tambahan juga disiapkan dan akan dijaga oleh aparat.
"Jadi sudah ada arahan kemarin itu dari polisi lalu lintas di mana area-area parkir yang sudah ditentukan. Sudah disiapkan area parkirnya," tuturnya.
Pemkot juga mengantisipasi kemungkinan cuaca yang tidak menentu saat pelaksanaan salat Id. Jika hujan turun, jemaah akan diarahkan ke lokasi alternatif.
"Kami mengarahkan alternatifnya itu jemaah kita bisa ke Masjid Raya, bisa ke Masjid Al-Markaz. Tapi tetap juga kami gunakan tribun yang ada atapnya itu, tetap kami gunakan sebagai tempat salat," tutupnya.
