Gubernur Sulsel Atensi Kesiapan Pembangunan Proyek PSEL di Makassar

Gubernur Sulsel Atensi Kesiapan Pembangunan Proyek PSEL di Makassar

Sahrul Alim - detikSulsel
Sabtu, 07 Mar 2026 18:30 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PK) proyek pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan (PSEL) Kota Makassar 35 MW di Kemenko Marves (sekarang Kemenko infrastruktur dan kewilayahan), 24 September 2024.
Foto: Penandatanganan perjanjian kerja sama (PK) proyek PSEL Kota Makassar 35 MW di Kemenko Marves (sekarang Kemenko infrastruktur dan kewilayahan), 24 September 2024. (dok. Isti
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan atensi Presiden Prabowo soal penanganan sampah di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kota Makassar 2026. Andi Sudirman berharap Pemkot Makassar segera memperjelas kriteria kesiapannya alias readiness criteria Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat memberi sambutan dalam Musrembang Makassar yang digelar di Hotel Claro, Kamis (5/3/2026). Andi Sudirman awalnya menyinggung pesan Prabowo terkait lingkungan dan persampahan.

"Yang pertama sebenarnya concern kita kalau Makassar ini ya tentu tidak jauh-jauh dari persoalan lingkungan, dan ini juga pesan Bapak Presiden terkait masalah persampahan. Saya tahu tidak mudah Pak Wali Kota, kami juga tentu akan terus bagaimana membantu sama-sama kita, karena ini juga tugas tanggung jawab kami juga," kata Andi Sudirman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku telah bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terkait PSEL Makassar ini. Makassar dinilai perlu berbangga karena termasuk dalam 9 kota yang mendapat proyek senilai Rp 3,1 triliun ini.

"Alhamdulillah, Makassar sudah termasuk satu dari sekitar sembilan atau berapa di seluruh Indonesia untuk mendapatkan program pembangunan pengelolaan sampah," katanya.

ADVERTISEMENT

Namun Andi Sudirman mengingatkan pemerintah daerah harus memastikan kesiapan administrasi agar program tersebut dapat direalisasikan. Tanpa kelengkapan persyaratan, pemerintah pusat biasanya menunda pelaksanaan program.

"Alhamdulillah, sudah dimasukkan dalam program, sisa mungkin kita harus memperkuat pengawalan tentang kriteria, apa namanya tentang readiness criteria-nya. Karena apapun yang mau dibangun kalau tidak bagus readiness criteria-nya, pusat itu biasanya tidak mau pusing-pusing, yang lengkap masuk, yang tidak lengkap coret, nanti ditunda lagi," tegasnya.

Andi Sudirman juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk membiasakan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Menurutnya sistem tersebut sudah lazim diterapkan di berbagai negara.

"Masyarakat kita harus mulai dibiasakan melihat warna tempat sampah. Misalnya hijau untuk yang bisa didaur ulang, kuning untuk jenis lain, dan merah untuk yang berbahaya. Di luar negeri itu sudah jadi kebiasaan, orang langsung tahu sampahnya harus dibuang ke mana," papar Andi Sudirman.

Seperti diketahui, proyek strategis nasional ini dimenangkan oleh konsorsium PT Grand Puri Indonesia dan SUS Environment. Perwakilan PT Grand Puri Indonesia, Victorio Edward mengapresiasi Gubernur Andi Sudirman turun tangan mengawal kelancaran proyek PSEL Makassar.

"Kami perwakilan dari PT Grand Puri Indonesia mengapresiasi langkah cepat Pak Gubernur yang memberi perhatian serius soal masalah sampah di Makassar," kata Victorio dalam keterangannya, Sabtu (7/3).

Dia menyebut PT Grand Puri Indonesia bersama PT Sarana Utama Synergi telah resmi meneken kontrak proyek ini sejak 24 September 2024. Dia memastikan proyek ini akan menjadi angin segar dan pemecah masalah persampahan di Makassar.

"Iya kehadiran kami sebagai pemenang pada proyek PSEL dan telah resmi berkontrak diharapkan bisa menjadi solusi terkait permasalahan sampah di kota Makassar," ucapnya.

Victorio menyebut pihaknya saat ini terus menjalin komunikasi oleh semua pihak terkait progres proyek tersebut. Apalagi status lokasi proyek PSEL saat ini masih dalam pembahasan.

"Kita diskusikan semua pihak, baik dari Pemprov, Pemkot kita dengarkan semua masukan terkait lokasi yang akan dijadikan tempat untuk PSEL di Makassar. Intinya kami dimanapun itu, sebagai pemenang tender proyek PSEL kami akan lakukan dan kerjakan secara bersama-sama," jelasnya.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads