Pemprov Sulsel Revitalisasi Bertahap Atap Bocor Masjid 99 Kubah Makassar

Pemprov Sulsel Revitalisasi Bertahap Atap Bocor Masjid 99 Kubah Makassar

Nurul Hidayah - detikSulsel
Jumat, 06 Mar 2026 18:45 WIB
Kunjungan Komisi D DPRD Sulsel didampingi Dinas SDACKTR Sulsel di Masjid 99 Kubah Makassar.
Foto: Kunjungan Komisi D DPRD Sulsel didampingi Dinas SDACKTR Sulsel di Masjid 99 Kubah Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menegaskan akan melakukan revitalisasi atap yang bocor di Masjid 99 Kubah Makassar. Perbaikan tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai standar dan kebutuhan konstruksi bangunan.

Komitmen tersebut disampaikan usai kunjungan yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang (SDACKTR) bersama Komisi D DPRD Sulsel ke Masjid 99 Kubah di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar, Kamis (5/3/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut Pemprov Sulsel atas keluhan masyarakat.

"Jadi berdasarkan rapat tersebut ada beberapa poin yang menjadi perhatian dari anggota DPRD terkait dengan masih banyaknya kebocoran-kebocoran yang terjadi di dalam Masjid Kubah 99 ini," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Cipta Karya Dinas SDACKTR Sulsel Ilham Surono Arief dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ilham menyebut kebocoran terjadi pada beberapa kubah-kubah kecil masjid. Menurutnya kebocoran tersebut diakibatkan oleh saluran pembuangan air di atap masjid yang sering tersumbat kotoran.

"Sehingga dibutuhkan kegiatan pembersihan yang rutin untuk mencegah adanya penyumbatan-penyumbatan pada pipa pembuangan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Dia juga mengungkap kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan permasalahan yang terjadi pada 2025 lalu. Sebelumnya kubah besar dari masjid itu juga sempat mengalami kerusakan pada bagian konstruksi yang mengakibatkan kebocoran.

"Ini sudah banyak bagian-bagian yang terlepas. Kemudian memang di kubah pekerjaan awalnya ini seluruh kubah ini tidak diberikan membran sehingga ketika ada bagian kubah yang terlepas atau rusak, maka itulah jalan air yang sampai membuat kondisi dalam masjid tetap terjadi tetes-tetesan air hujan," jelasnya.

Melihat kekurangan konstruksi tersebut, Pemprov Sulsel segera melakukan perencanaan teknis untuk perbaikan seluruh atap Masjid 99 Kubah dengan perkiraan anggaran senilai Rp 22 miliar untuk tahun 2025. Namun akibat keterbatasan anggaran membuat perbaikan pertama difokuskan pada kubah utama yang memiliki luas sekitar 1.300 meter persegi dan menelan biaya Rp 4,5 miliar.

Ilham turut menerangkan perbaikan atap masjid yang memerlukan waktu karena struktur lapisan materialnya. Lapisan pertama berupa galvalum yang berfungsi sebagai penutup awal atap yang kemudian dilanjutkan dengan lapisan aspal emulsi untuk menutup celah pada sambungan material. Hingga 25 Desember 2025, seluruh pekerjaan untuk tahap tersebut telah diselesaikan.

Tahap terakhir, yaitu pemasangan membran menggunakan enamel sebagai lapisan pelindung akhir untuk mencegah air masuk ke dalam struktur bangunan. Namun pengerjaannya mengalami kendala karena produksi bahan tersebut terbatas.

"Jadi yang belum diselesaikan itu kegiatan finishing-nya yang berbahan enamel. Bahan enamel ini merupakan bahan penutup yang memberikan estetika. Memberikan warna-warni yang membentuk kubah yang selama ini kita saksikan. Bahan enamel ini mengalami keterlambatan karena pihak produsen mengalami hambatan dalam produksi karena banyaknya pemesanan dari pihak lainnya," jelasnya

Meski demikian, Ilham menegaskan pihaknya akan menyelesaikan seluruh proses konstruksi yang dibutuhkan, termasuk pemasangan enamel untuk atap Masjid 99 Kubah guna mencegah kebocoran. Perbaikan itu akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan bahan.

"Nah, pada saat pengerjaan saat ini memang belum selesai sampai pada saat ini karena proses penutupannya masih membutuhkan bahan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid mengungkap kebocoran yang ditemukan terjadi di sejumlah titik, termasuk di lantai dua masjid. Ia menilai diperlukan perencanaan teknis ulang untuk menghitung anggaran yang diperlukan untuk memperbaiki seluruh kebocoran tersebut.

"Jadi memang segera harus dievaluasi secara total tidak bisa lagi dikerja per anggaran sekian, tidak bisa lagi. Ini harusnya secara total," ungkapnya.

Ia menekankan perbaikan Masjid 99 Kubah harus menjadi prioritas Pemprov Sulsel. Hal tersebut mengingat masjid itu menjadi salah satu ikon Sulsel yang banyak dikunjungi masyarakat.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads