Komitmen Pemprov Sulsel di Balik Sorotan Proyek Jalan Hertasning Makassar

Komitmen Pemprov Sulsel di Balik Sorotan Proyek Jalan Hertasning Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 06 Mar 2026 07:00 WIB
Tim Pemprov Sulsel mengawal rombongan Komisi D DPRD Sulsel melakukan peninjauan proyek Jalan Hertasning Makassar.
Foto: Tim Pemprov Sulsel mengawal rombongan Komisi D DPRD Sulsel melakukan peninjauan proyek Jalan Hertasning Makassar. (dok. Humas Pemprov Sulsel)
Makassar -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) berkomitmen memastikan proyek preservasi Jalan Hertasning Makassar sesuai perencanaan setelah pengerjaannya sempat menuai sorotan. Kontraktor proyek dikawal ketat agar pengerjaan sesuai standar teknis.

Diketahui, perbaikan Jalan Hertasning Makassar bagian dari proyek Multiyears Contract (MYC) Paket 1 periode 2025-2027. Proyek itu mencakup perbaikan 13 ruas jalan senilai Rp 430 miliar yang tersebar di Makassar, Gowa, Sinjai hingga Bulukumba dengan total panjang penanganan 300,24 kilometer.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek MYC Paket I di Jalan Hertasning Makassar pada Rabu (17/12/2025). Khusus Jalan Hertasning Makassar, penanganan perbaikannya mencapai 1,8 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini salah satu misi kita adalah Sulsel Terkoneksi. Tidak bisa terkoneksi kalau tidak ada jalan, maka perbaikan jalan adalah hal yang tidak bisa ditoleransi," tegas Andi Sudirman setelah groundbreaking.

Andi Sudirman menegaskan akan mengawal progres pengerjaan Jalan Hertasning. Dia pun meminta maaf jika arus lalu lintas terhambat selama masa pengerjaan karena proyek ini demi kenyamanan masyarakat ke depan.

ADVERTISEMENT

"Pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas jalan agar lebih aman dan nyaman bagi pengguna," ujar Andi Sudirman.

Pengaspalan Jalan Pertimbangkan Kondisi Cuaca

Seiring berjalannya waktu, Jalan Hertasning Makassar diaspal secara bertahap sejak groundbreaking dilakukan. Pengaspalan ditegaskan sesuai rencana meski di tengah pengerjaannya diwarnai kondisi hujan yang tidak menentu sejak awal 2026.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menjelaskan, curah hujan yang masih tinggi dinilai tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan aspal secara optimal. Pengaspalan saat hujan berpotensi menurunkan kualitas hasil pekerjaan.

"Kembali lagi, faktor curah hujan yang tinggi sangat berpengaruh. Aspal merupakan material yang paling sensitif terhadap air, sementara lalu lintas di ruas tersebut cukup padat," ucap Ihsan dalam keterangannya, Sabtu (28/2).

Dia lantas menanggapi adanya sorotan di media sosial terkait kerusakan yang sempat terjadi di Jalan Hertasning Makassar setelah diaspal. Kerusakan aspal tepatnya terjadi di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan.

Ihsan menuturkan, kerusakan yang terjadi hanya pada titik-titik tertentu dan tidak mencakup keseluruhan badan jalan. Faktor cuaca menjadi pertimbangan utama sehingga pengaspalan belum dapat dilakukan secara masif.

"Kerusakannya tidak keseluruhan, hanya setempat. Malam ini penanganan sementara berlangsung di lapangan. Intinya, setiap kerusakan akan segera dibenahi sesuai standar yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis Bina Marga," jelasnya.

Ihsan menjelaskan, penanganan yang dilakukan di Jalan Hertasning Makassar merupakan rehabilitasi minor. Artinya, penanganan bagian jalan yang berlubang ditangani lebih dulu sebelum dilapisi aspal.

"Pekerjaan dimulai dengan penanganan ruas jalan yang berlubang kemudian dilakukan satu lapisan aspal AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dengan ketebalan 4 sentimeter," imbuh Ihsan.

Aspal Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

Rombongan Komisi D DPRD Sulsel kemudian meninjau proyek perbaikan Jalan Hertasning Makassar hingga ketebalan aspal sempat disorot pada Selasa (3/3). Pemprov pun menegaskan dukungannya terhadap DPRD Sulsel yang melakukan pengawasan terhadap proyek preservasi jalan MYC Paket I tersebut.

"Pada prinsipnya pengawasan dewan kita dukung sepenuhnya karena itu bagian dari tugas dan fungsinya sebagai perwakilan masyarakat," kata Andi Ihsan dalam keterangannya, Kamis (5/3).

Ihsan menegaskan, kualitas pekerjaan jalan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang ditetapkan. Apabila terdapat bagian pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi standar, maka akan dilakukan evaluasi melalui pengujian laboratorium.

"Kalau disebutkan ada bagian yang kurang berkualitas, itu tentu diuji melalui uji laboratorium," jelasnya.

Menurut dia, perbaikan Jalan Hertasning masih berjalan sesuai perencanaan dan jadwal kerja tahun anggaran yang ditetapkan. Proyek preservasi jalan masih dalam tahap pelaksanaan dan dijadwalkan berjalan hingga 2027.

Proses pembayaran kepada kontraktor pun belum dilakukan sampai proyek rampung. Apabila nantinya ditemukan bagian pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka kontraktor wajib melakukan pembongkaran dan perbaikan.

"Bagian proyek yang tidak berkualitas akan dibongkar dan dilakukan pembenahan sesuai dengan spesifikasinya," tegas Ihsan.

Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Sesuai Standar

Komisi D DPRD Sulsel melakukan uji petik terhadap ketebalan aspal di ruas Jalan Hertasning.Komisi D DPRD Sulsel melakukan uji petik terhadap ketebalan aspal di ruas Jalan Hertasning Makassar. (Dok. Istimewa)

Rombongan Komisi D DPRD Sulsel didampingi tim teknis Pemprov Sulsel kembali melakukan kunjungan di Jalan Hertasning Makassar, Kamis (5/3). Kunjungan kedua itu untuk dilakukan uji petik setelah DPRD Sulsel menyoroti ketebalan aspal hanya 4 sentimeter (cm).

"Setelah kunjungan pertama kemarin, sekarang kunjungan kedua. Mungkin saat itu belum mendapat penjelasan yang komprehensif di lapangan," ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZN Ahmad Wildani dalam keterangannya, Kamis (5/3).

Pria yang akrab disapa Dani itu menjelaskan, pengukuran langsung di lapangan menunjukkan ketebalan lapisan aspal rata-rata telah terpenuhi, bahkan melampaui standar minimal yang dipersyaratkan. Anggota dewan juga sudah memastikannya melalui uji ketebalan aspal.

"Jadi hari ini dicek ketebalan. Posisi tadi sudah dicek dan ketebalan rata-rata memenuhi syarat bahkan melebihi 4 cm yang dipersyaratkan," bebernya.

Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas BMBK Sulsel ini menjelaskan, metode uji petik dilakukan di beberapa titik preservasi sepanjang sekitar 1,8 kilometer. Namun pengujian tidak dilanjutkan ke seluruh titik karena sampel yang diperiksa dinilai mewakili kondisi keseluruhan.

"Anggota dewan melaksanakan uji petik. Karena hasilnya dirasa cukup, sehingga tidak dilanjutkan ke sampel lainnya. Secara mayor sudah didapatkan ketebalannya," paparnya.

Dani menjelaskan, ketebalan 4 cm untuk lapis aus atau lapisan permukaan dalam pekerjaan overlay jalan sudah sesuai standar. Hal ini mengacu Spesifikasi Umum Bina Marga untuk perkerasan aspal khususnya AC-WC.

Dibandingkan dengan lapisan di bawahnya, AC-WC memiliki proporsi agregat halus dan kadar aspal yang sedikit lebih tinggi dan dirancang untuk menahan beban lalu lintas. Hal ini juga mempertimbangkan posisinya berada di lapisan paling atas memiliki peran krusial. Tujuannya agar tekstur permukaan lebih rapat, kedap air, dan halus saat dilalui kendaraan.

Drainase Jalan Aroepala Dikerja Bertahap

Tim Pemprov Sulsel juga memberikan penjelasan kepada anggota DPRD Sulsel terkait preservasi Jalan Aroepala yang merupakan bagian dari program MYC Paket I. Ruas jalan yang terhubung langsung dengan Jalan Hertasning tersebut juga dilakukan secara bertahap.

Dani menjelaskan, pengerjaan di Jalan Aroepala masih menunggu tahap pabrikasi saluran beton pracetak atau U-Ditch. Menurutnya, metode pekerjaan sengaja dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.

"Jalan Aroepala saat ini menunggu tahap pabrikasi U-Ditch atau saluran. Karena metodenya nanti kalau sudah ada baru kita melakukan pembongkaran saluran," ujar Dani.

Dia menambahkan, pembongkaran saluran yang terlalu lama tanpa pemasangan pengganti, berpotensi mengganggu arus kendaraan di kawasan tersebut.

"Kalau terlalu lama terbongkar, dikhawatirkan akan berdampak pada lalu lintas yang bisa menjadi terhambat atau macet," ucapnya.

Atas situasi itu, Pemprov Sulsel menyesuaikan proses pembongkaran saluran dilakukan setelah seluruh komponen U-Ditch tersedia di lokasi. Pihaknya memastikan pembangunan tetap mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

"Pertimbangannya kalau U-Ditch sudah lengkap baru kita lanjutkan pekerjaan di Jalan Aroepala, dimulai dengan pembongkaran saluran," jelasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Menikmati Kelezatan Konro Iga Bakar di Restoran Kota Makassar"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads