Waktu adzan Maghrib menjadi acuan bagi setiap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa untuk berbuka. Simak waktu berbuka puasa untuk wilayah Makassar dan sekitarnya berikut ini.
Menyadur dari laman Kemenag Kota Palangkaraya, puasa merupakan terjemahan dari kata shaum (الصوم) atau shiyam (الصيام) dalam bahasa Arab yang artinya menahan atau diartikan juga dengan Imsak. Para ulama menjelaskan definisi puasa yaitu "Menahan diri dari segala yang membatalkannya dengan cara-cara yang khusus." (Mughni al-Muhtaj Jilid 1)
Jam Buka Puasa Makassar dan Sekitarnya Hari Ini
Berikut ini jadwal buka puasa dan adzan Maghrib hari ini 2 Maret 2026 atau 12 Ramadhan 1447 H untuk wilayah Makassar dan sekitarnya sebagaimana disusun oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Imsak: 04.43 Wita
- Subuh: 04.53 Wita
- Dhuha: 06.33 Wita
- Dzuhur: 12.18 Wita
- Asar: 15.22 Wita
- Maghrib: 18.24 Wita
- Isya: 19.32 Wita
Dengan demikian, jam berbuka puasa untuk wilayah Makassar dan Sekitarnya hari ini Senin, 2 Maret 2026 jatuh pada pukul 18.24 Wita.
Tingkatan Orang yang Berpuasa
Imam Al-Ghazali menjelaskan, terdapat tiga tingkatan orang puasa di bulan Ramadhan. Sebagai umat Islam, penting untuk memahami tingkatan tersebut.
Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, "Berapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." (HR Ibnu Majah No 1690)," sambatnya.
Berikut penjelasan tiga tingkatan orang yang berpuasa sebagaimana termaktub dalam Kitab Ihya `Ulumuddin:
1. Puasa Orang Umum
Tingkatan pertama adalah kebanyakan orang yang sekadar menahan perut (dari makan dan minum) dan kemaluan dari dorongan syahwat atau keinginan berjimak. Tingkatan ini merupakan puasanya kelas awam.
2. Puasa Orang Khusus
Tingkatan kedua adalah orang ketika berpuasa juga menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki, dan semua anggota badan dari berbagai dosa. Tingkatan ini masuk golongan kelas istimewa.
3. Puasa Khusus Al-Khusus (Super Khusus)
Tingkatan yang terakhir yaitu puasanya hati dari hasrat dunia, pikiran tentang dunia, dan menahan diri dari apa pun selain Allah SWT. Tingkatan ini merangkumi puasa di atas dan disempurnakan dengan puasa hati dari semua keinginan lahir dan batin. Menurut Imam Al-Ghazali, Inilah tingkatan puasa paling istimewa.
(urw/urw)











































