Doa Buka Puasa Dzahaba Lengkap: Lafaz Arab-Latin, serta Waktu Membacanya

Doa Buka Puasa Dzahaba Lengkap: Lafaz Arab-Latin, serta Waktu Membacanya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Sabtu, 28 Feb 2026 21:00 WIB
Ilustrasi membaca doa buka puasa dzahaba.
Foto: Ilustrasi membaca doa buka puasa. (Getty Images/Drazen Zigic)
Makassar -

Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa ketika berbuka puasa sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Doa buka puasa "dzahaba" menjadi salah satu doa yang dianjurkan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Disadur dari laman Majelis Ulama Indonesia, kebiasaan Rasulullah SAW membaca doa buka puasa "dzahaba" diriwayatkan oleh Abu Daud dari sahabat Ibnu Umar RA. Doa ini mengandung makna yang mendalam tentang rasa lega, syukur, dan harapan akan pahala dari Allah SWT.

Lantas, bagaimana bacaan lengkap doa buka puasa "dzahaba" yang diajarkan Nabi Muhammad SAW?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak selengkapnya berikut ini!

Doa Buka Puasa 'Dzahaba': Arab, Latin, dan Artinya

Dinukil dari buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian' oleh Muhammad asy-Syafrowi, berikut bacaan doa buka puasa "dzahaba" dalam bahasa Arab, Latin, serta artinya yang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW:

ADVERTISEMENT

Arab:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى

Latin:

Dzahabazh-zhaama'u wabtallatil-'uruqu, wa tsabatal-ajru insyaa Allahu ta'aalaa.

Artinya:

"Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala." (HR Abu Dawud, Daruquthni, Halim, dan Nasa'i)

Waktu Membaca Doa Buka Puasa 'Dzahaba'

Melansir laman resmi Kementerian Agama RI Sulawesi Barat, waktu membaca doa buka puasa dapat dipahami dari makna lafaz yang digunakan dalamnya. Pada doa buka puasa "dzahaba" terdapat kata bermakna lampau, yakni kata 'telah', yang menunjukkan bahwa rasa haus sudah hilang dan puasa telah selesai dijalani.

Berdasarkan makna tersebut, doa buka puasa "dzahaba" hendaknya dibaca setelah membatalkan puasa. Sejalan dengan itu, ulama Wahba Zuhaili dalam Fiqh al-Islam wa Aditullah menyebutkan bahwa salah satu sunnah puasa adalah berdoa setelah berbuka, sebagaimana disebutkan berikut ini:

الدعاء عقب الفطر

Artinya: "Berdoa setelah berbuka."

Meski demikian, kebiasaan membaca doa buka puasa sebelum berbuka tetap diperbolehkan. Hanya saja, waktu yang lebih diutamakan untuk membacanya yaitu setelah berbuka sebagai Kamal al-Sunnah (kesempurnaan sunnah).

Doa Buka Puasa Lainnya

Selain doa di atas, terdapat doa buka puasa yang populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia, yakni doa buka puasa 'allahumma laka sumtu'. Ustaz Adi Hidayat dalam kanal YouTube-nya, menjelaskan bahwa doa buka puasa tersebut berstatus dhaif secara sanad, bukan pada matan atau isi haditsnya.

Oleh karena itu, doa 'allahumma laka sumtu' tetap dapat diamalkan karena tidak bertentangan dengan nilai dalam Al-Qur'an, keterangan dalam hadits shahih, maupun kaidah hukum Islam secara umum.

Disadur dari buku 'Panduan Muslim Sehari-hari' oleh Dr KH M Hamdan Rasyid MA dan Ustaz Saiful Hadi El-Sutha, berikut bacaan lengkap doa buka puasa allahumma laka sumtu:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ ، وَبِكَ أَمَنْتُ ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Arab Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu, wa 'alaa rizqika afthartu, birah-matika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pemurah."

Amalan Sunnah Berbuka Puasa

Melansir laman MUI, terdapat amalan-amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW ketika tiba waktu berbuka puasa. Amalan sunnah tersebut yakni menyegerakan berbuka, berbuka dengan yang manis-manis, dan membaca doa.

Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Menyegerakan Berbuka

Umat Islam dianjurkan menyegerakan berbuka ketika memasuki waktu Maghrib. Anjuran ini dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

. عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Bukhari no 1957 - Muslim no 1098)

2. Berbuka dengan Kurma

Selain menyegerakan berbuka, umat Islam juga dianjurkan berbuka dengan yang manis-manis, terutama kurma jika ada. Apabil tidak ada kurma, maka cukup berbuka dengan air putih.

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِذا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرُ عَلَى تَمْرٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرُ عَلَى مَاءٍ ، فَإِنَّهُ طَهُورٌ

Artinya: Dari Nabi SAW beliau bersabda, "Apabila di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena kurma mengandung berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air putih karena air putih itu bersih (dapat menetralisir).' (HR Tirmidzi no 658)

3. Membaca Doa Buka Puasa

Ketika berbuka puasa, uamt Islam dianjurkan membaca doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Doa yang dapat dibaca di antaranya adalah doa buka puasa 'dzahaba' atau doa 'allahumma laka sumtu'.

Disadur dari laman Rumaysho, momen berbuka puasa juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Hal ini dikarenakan doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab.

Keutamaan tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya: "Ada tiga doa yang tidak tertolak: (1) Doa pemimpin yang adil, (2) Doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) Doa orang yang terzholimi." (HR Tirmidzi no 3595, Ibnu Majah no 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar)

Itulah bacaan doa buka puasa dzahaba lengkap Arab, Latin, serta artinya. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads