Warga di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerbu salah satu toko mainan di Jalan Opu Dg Risadju demi membeli senjata mainan. Mereka rela antre hingga luar pagar toko demi membelikan anaknya senapan mainan yang digunakan untuk bermain tembak-tembakan.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 14.17 Wita warga terlihat memadati pelataran toko SGP Toys di Jalan Opu Dg Risadju. Mereka tampak antre menunggu giliran masuk ke dalam toko.
Sejumlah petugas toko tampak mengarahkan mereka masuk satu persatu akibat membeludaknya antrean. Mereka yang selesai berbelanja terlihat keluar membawa berbagai ukuran senapan kecil hingga besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arus lalu lintas juga tampak padat lantaran antusias masyarakat yang memenuhi pinggiran jalan dengan kendaraan. Petugas parkir tampak kesulitan mengatur kendaraan dan arus lalu lintas.
Foto: Marak penggunaan senjata mainan di Makassar memasuki bulan Ramadan. (Nurul Hidayah/detikSulsel) |
Mereka datang dari berbagai kalangan usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Beberapa orang tua juga tampak antusias membelikan anaknya senapan mainan.
"Ini ji anak-anak dibelikan (senapan mainan). Lebih ramai di dalam dari pada di sini (luar)," kata Rafli usai berbelanja senapan mainan kepada detikSulsel di lokasi.
Rafli mengaku datang untuk membeli senapan mainan atas permintaan kedua anaknya. Dia cukup kaget melihat antusias masyarakat yang memenuhi toko.
Dia menuturkan, harga mainan di toko tersebut bervariasi. Dia bersama anaknya datang membeli senapan besar dengan harga Rp 400 ribu.
Foto: Pembelian senjata mainan di salah satu toko di Makassar dibatasi. Warga terpaksa antre agar bisa mendapatkan senjata mainan yang ingin dibeli. (Nurul Hidayah/detikSulsel) |
"Saya beli tiga. Ada yang kecil harga Rp 100 ribu, paling mahal di dalam harga Rp 500 ribuan. Kalau ini Rp 400 ribu," tuturnya.
Sementara itu, Harun yang datang bersama istrinya juga datang membeli mainan untuk anaknya. Ia mengungkap tingginya antusias pembeli membuatnya mengantre cukup lama.
"Banyak, banyak sekali orang. Antre panjang orang di sana beli senapan mainan," ujar Harun.
Dia mengaku pemilik toko sampai harus membatasi jumlah senapan yang bisa di beli akibat lonjakan pembeli. Ia menyebut masih banyak orang yang tengah mengantre di dalam toko sehingga pembelian dibatasi.
"Baru (pembeli) dibatasi, maksimal tiga (senapan) per orang bisa diambil," ungkapnya.
Harun menyebut dirinya datang berburu mainan untuk anaknya. Ia pun membelikan anaknya satu senapan kecil seharga Rp 150 ribu.
"(Saya) belikan anak untuk main, (harganya) Rp 150 ribu yang kecil. Ada juga Rp 160 ribu, yang besar saya tidak sempat liat, banyak orang" tutupnya.
Diketahui, senjata mainan tengah marak digunakan memasuki Ramadan hingga mendapat sorotan karena dianggap mengganggu. Salah satunya aksi sekelompok bocah saat bermain tembak-tembakan di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Tamalate, Sabtu (28/2).
"Jelas mengganggu, terutama kendaraan yang mau jalan. Baku tembak-tembak biasa itu, tembak-tembak baru itu saya lihat (pelurunya) plastik ji," tutur warga setempat, Agus di lokasi.
Sekelompok bocah itu menggunakan senjata mainan berbagai jenis namun didominasi laras panjang. Meski berbahan plastik, peluru tersebut bisa mengakibatkan luka jika terkena tembakan.
"Itu (senapannya) panjang-panjang, tapi pelurunya kecil-kecil, tapi bukan ji besi (tetapi) pelurunya plastik. Tapi sakit kalau bagian-bagian (tubuh) kena, muka dikena sakit, kalau langsung mata dikena bahaya," imbuhnya.
(sar/ata)


