Striker PSM Makassar Ricky Pratama (22) dilaporkan ke polisi usai diduga menganiaya pacarnya, AD (25) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Manajemen PSM ogah ikut campur dan menyerahkan kasus itu ke polisi demi menghindari isu liar yang berpotensi mengganggu internal klub.
Dugaan penganiayaan itu terjadi di kos korban di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Jumat (6/2). Ricky awalnya hendak berangkat ke Jogja untuk laga tandang melawan PSBS Biak.
"Tepat tanggal 6 (Februari) itu rencana PSM mau away ke Jogja dan sebelum berangkat itu terjadi cekcok," ujar kuasa hukum korban, Eko Saputra kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menegaskan, persoalan yang menimpa kliennya bukan dipicu dugaan orang ketiga. Dia mengaku cekcok terjadi ketika Ricky menolak keinginan pacarnya untuk ikut ke Jogja.
"Kemungkinan yang bisa klien kami duga-duga kenapa (terlapor) melakukan penganiayaan itu, karena klien kami disuruh tinggal saja di Makassar," tuturnya.
Korban sempat meminta Ricky agar dipulangkan ke orang tuanya di Magelang karena tidak memiliki biaya. Ricky mengabulkan permintaan itu hingga kekasihnya dibawa ke Jogja.
"Akhirnya RP dibujuk untuk membelikan tiket ikut ke Jogja. Tiket dibelikan, tapi setibanya di bandara Jogja, klien kami ditinggalkan," beber Eko.
Eko menambahkan, kliennya sempat berencana langsung melakukan visum. Namun hal itu tidak bisa dilakukan sebelum melapor ke polisi lebih dulu.
Belakangan, pacar Ricky kembali dan melapor ke Polda Sulsel atas dugaan penganiayaan pada Minggu (15/2) siang. Eko mendampingi langsung kliennya saat melaporkan Ricky yang juga pemain Timnas Indonesia tersebut.
"Dari hasil rekam medis klien kami ada bekas cekik di leher, di lengan ada bekas cakaran, dan klien kami juga diancam mau dibunuh," imbuhnya.
PSM Tegaskan Kasus Ricky Urusan Pribadi
Media Officer PSM Makassar Sulaiman Abdul Karim menegaskan, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan Polda Sulsel usai Ricky diduga menganiaya pacarnya. Manajemen PSM tidak akan mengintervensi kasus yang berjalan di kepolisian.
"Untuk menghindari isu-isu liar yang beredar, klub akan berpegang pada asas kepastian hukum dengan memantau perkembangan status hukum dari pemain yang bersangkutan," kata Sulaiman saat dihubungi, Selasa (17/2).
Pria yang akrab Sule itu menuturkan, manajemen telah memanggil Ricky untuk dimintai klarifikasi. Manajemen PSM akan tetap bersikap objektif di tengah kasus yang menjerat pemainnya.
"Pihak klub telah memanggil pemain (Ricky Pratama) untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan yang terjadi," tuturnya.
Manajemen PSM kembali menegaskan tidak ingin mencampuri urusan personal pemain. Kasus tersebut dianggap urusan personel Ricky Pratama dan tidak ada kaitannya dengan profesi.
"Pada prinsipnya, harus kita pahami bahwa ini adalah ranah pribadi dari pemain," tegas Sule.
Sejauh ini, pemain Timnas Indonesia itu masih mengikuti sesi latihan bersama PSM Makassar. Ricky juga diberi kesempatan agar tetap kooperatif menjalani proses hukum di kepolisian.
"Klub memberikan waktu kepada pemain untuk mengikuti proses hukum yang ada," pungkas Sule.











































