Warga mengeluhkan kuota nomor antrean yang terbatas untuk mendapatkan pelayanan di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Cabang Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga bahkan sudah 4 hari bolak-balik agar bisa mendapatkan antrean yang kuota pelayanannya cuma 25 orang dalam sehari.
"Empat kali saya datang baru dapat antrean. Kemarin-kemarin saya diserobot orang, tidak bisa mi (berdesakan)," kata warga berinisial AC (49) kepada detikSulsel di kantor BPJS Ketenagakerjaan Makassar detikSulsel, Jumat (13/2/2026).
Dia mengaku keluar rumah menuju kantor BPJS Ketenagakerjaan mulai pukul 05.30 Wita pagi tadi. Setelah empat hari bolak-balik, dia akhirnya berhasil mendapatkan tiket antrean meski masih harus menunggu lama untuk dilayani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma sedikit dapat antrean, 25 nomor antrean katanya, yang diterbitkan dari dalam (kantor). Terus kita sudah lama mi antre santai duduk-duduk, daripada baris, menunggu setengah mati, jadi orang bubar antre, duduk lagi," paparnya.
Dia mengaku rela datang menunggu sejak subuh sebelum kantor resmi dibuka karena khawatir tidak kebagian nomor antrean. Dia ingin menghindari saling menyerobot demi berebut nomor antrean.
"Kita sudah datang subuh menunggu datang di sini rebutan dapat antrean karena ada yang baru datang langsung saja. Kalau kita bergeser sedikit, tidak dapat karena ada lagi dari belakang, ada baru datang langsung mau dapat nomor," jelasnya.
Dia berharap sistem antrean segera dibenahi dan kuotanya ditambah. Dia merasa dipersulit padahal hendak mengurus klaim pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan.
"Saya sudah 4 hari datang, baru dapat ini nomor antrean, ada lagi bapak-bapak tadi mau serobot saya tegur. Sebenarnya ini harus dibenahi," paparnya.
"Orang bilang, ini saya punya uang mau saya ambil, kenapa saya disiksa. Kayaknya, sepertinya ini memang mau diperlambat (orang cairkan dananya)," tambahnya.
Menurut dia, seorang warga sempat mengamuk karena tidak mendapat kuota antrean. BPJS Ketenagakerjaan disebut sudah menambah kuota meski masih minim di tengah membeludaknya warga yang mengurus klaim pencairan dana.
"Jadi nomor antrean yang mau dibenahi, dia kurangi (kuotanya), tapi kayaknya sekarang dia tambah setelah ada orang kemarin datang mengamuk. Itu kemarin, ada laki-laki mengamuk karena tidak dapat antrean," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga sempat antre di luar pagar kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Pantauan detikSulsel di lokasi, pagar kantor dibuka sekitar pukul 06.44 Wita pagi tadi.
Warga yang menunggu dari luar pagar, kembali mengurus nomor antrean di pos satpam. Warga yang yang datang untuk untuk mendapatkan pelayanan pencairan dana baik Jaminan Hari Tua (JHT) hingga Jaminan Kematian (JKM).
"Setengah enam sampai di sini, urus BPJS ketenagakerjaannya bapak (suami)," kata warga Jalan Andi Tonro Makassar bernama Sibo Deng Iji (62) di lokasi.
Dia datang untuk mengurus pencairan dana Jaminan Kematian (JKM) suaminya. Sebelumnya suaminya merupakan ketua RT di lingkungannya yang terdaftar sebagai Laskar Pelangi Pemkot Makassar.
"Tidak tahu juga (nilainya dana JKM yang bisa dicairkan)," jelasnya.
