Sejumlah warga mengantre sejak subuh di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk mendapatkan pelayanan pencairan dana baik Jaminan Hari Tua (JHT) hingga Jaminan Kematian (JKM). Mereka datang mengambil nomor antrean yang terbatas sebelum kantor dibuka.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 06.44 Wita, antrean warga di depan pagar telah selesai. Aktivitas layanan kantor belum resmi dibuka.
Tampak seorang petugas sedang membersihkan pelataran kantor. Beberapa warga tampak tersebar di beberapa titik area kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga yang masuk area kantor tampak mengambil nomor antrean yang dijaga satpam. Warga yang mendapat nomor antrean memilih menunggu sampai kantor dibuka.
Warga mengambil nomor antrean di pos satpam kantor BPJS Ketenagakerjaan Makassar. (Sahrul Alim/detikSulsel) |
Salah seorang warga Jalan Andi Tonro Makassar bernama Sibo Deng Iji (62) mengaku datang setelah salat subuh. Dia sengaja datang cepat agar bisa mendapat bagian nomor antrean.
"Setengah enam sampai di sini, urus BPJS ketenagakerjaannya bapak (suami)," kata Sibo kepada detikSulsel di lokasi.
Dia datang untuk mengurus pencairan dana Jaminan Kematian (JKM) suaminya. Sebelumnya suaminya merupakan ketua RT di lingkungannya yang terdaftar sebagai Laskar Pelangi Pemkot Makassar.
"Tidak tahu juga (nilainya dana JKM yang bisa dicairkan)," katanya.
Saat tiba, Sibo mengaku antre dahulu selama satu jam depan kantor sebelum pagar dibuka 06.30 Wita. Namun antrean tidak membeludak dan tertib.
"Tadi antre di depan pagar, dibuka setengah tujuh. Tidak (desakan) cuma kita baku atur yang pertama duluan, berjejer ke belakang. Saya nomor ke 14, iya dapat (antrean)," katanya.
Dia mengaku sengaja datang cepat agar tidak kehabisan nomor antrean. Sebelumnya dia diinformasikan oleh pihak kelurahan agar datang subuh.
"Informasi dari kelurahan harus datang subuh," kata Sibo.
Sementara itu, Warga Pulau Barrang Caddi bernama Rasna (41) mengaku sudah 2 hari harus antre di depan pagar ini. Dia juga mengakui antrean tidak padat.
"Mulai tadi setengah tujuh saya datang, tapi tidak lama antre karena tidak terlalu banyak orang. Saya dari kemarin, mau pencairan, tapi kemarin diperiksa datanya, datanya tidak ditemukan jadi datang lagi hari ini," jelasnya.
Rasna membenarkan jika harus datang pagi buta untuk bisa dapat antrean. Jika tidak, maka dipastikan antrean akan habis dan harus kembali lagi di hari berikutnya.
"Iya (harus datang pagi-pagi) diarahkan kemarin ke sini setengah tujuh harus datang ke sini (agar dapat antrean), untuk perbaikan data. Yang terlambat datang tidak dapat antrean. Antre di loket di dalam. Semoga selesai hari ini," pungkasnya.
(sar/asm)

