Kantor Perumda (PD) Parkir dan Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilempari orang tidak dikenal (OTK) menggunakan batu. Muncul dugaan teror penyerangan itu sebagai aksi balasan oknum yang tidak senang dengan penertiban parkir dan jukir liar (jukir) liar yang masif dilakukan.
Penyerangan tersebut terjadi pada hari yang sama di dua lokasi kantor yang berbeda pada Kamis (15/1) dini hari. Kantor Dishub dan PD Parkir Makassar diserang gerombolan pemotor yang aksinya terekam CCTV.
"Kalau kita lihat dari pantauan CCTV, itu memang ada unsur kesengajaan, sengaja datang untuk menyerang," ungkap Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Hamka kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
Dari hasil pengecekan CCTV, terduga pelaku penyerangan berjumlah 13 orang yang saling berboncengan motor. Polisi masih akan memeriksa rekaman CCTV lain di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Mengidentifikasi pelaku yang berjumlah 13 orang menggunakan sepeda motor sebanyak 7 unit. Untuk saksi yang dimintai keterangan ada tiga orang dan ini masih terus kita dalami," paparnya.
Hamka memastikan tidak ada korban luka karena penyerangan terjadi saat kantor PD Parkir dan Dishub Makassar kosong. Pelemparan batu dari pelaku hanya mengakibatkan kaca kantor pecah.
"Kalau berdasarkan informasi itu di Dishub dulu (menyerang), kemudian setelah itu bergerak ke PD Parkir. Diduga pelaku yang sama, nanti kami maksimalkan juga untuk ke Dishub," imbuh Hamka.
Sementara itu, Direktur Utama PD Parkir Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) berharap polisi segera menangkap pelaku penyerangan. Pelaku yang terekam CCTV menggunakan motor tanpa pelat saat melakukan aksi kejahatannya.
"Kita sudah laporkan ke kepolisian untuk di selidiki. Iya (sedang) penyelidikan karena CCTV-nya ada, cuman pelat motornya yang tidak ada," ucap ARA kepada detikSulsel, Sabtu (17/1).
(sar/sar)