Mencicipi Gurihnya Pallubasa Sulawesi, Kuliner Olahan Daging Khas Kota Daeng

Mencicipi Gurihnya Pallubasa Sulawesi, Kuliner Olahan Daging Khas Kota Daeng

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Sabtu, 20 Agu 2022 11:00 WIB
Sajian Pallubasa Sulawesi
Sajian Pallubasa Sulawesi (Foto: Urwatul Wutsqaa/detikcom)
Makassar -

Pallubasa merupakan salah satu kuliner legendaris Kota Makassar yang dibuat dengan olahan daging sapi. Kuliner ini memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dari olahan daging pada umumnya.

Jika dilihat sekilas, Pallubasa akan tampak seperti Coto Makassar. Namun, kedua kuliner ini sangat berbeda mulai dari proses pembuatan, bumbu yang digunakan, hingga proses menghidangkannya.

Kuliner Coto Makassar memiliki ciri khas kuah yang dicampur dengan kacang tanah sehingga lebih pekat dan kental. Sementara kuah Pallubasa biasanya dicampurkan dengan serundeng atau kelapa parut sangrai.


Pallubasa Sulawesi.Foto: Lokasi Pallubasa Sulawesi di Jalan AP Pettarani Makassar. (Urwatul Wutsqaa/detikSulsel)

Pallubasa sudah sangat terkenal sehingga menjadi salah satu menu yang selalu dicari-cari wisatawan saat berkunjung ke Makassar. Nama Pallubasa sendiri diambil dari bahasa Makassar yang artinya makanan berkuah.

Hidangan legendaris khas Kota Daeng yang satu ini bisa ditemukan dengan sangat mudah di berbagai titik di Kota Makassar. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati kelezatan Pallubasa adalah warung Pallubasa Sulawesi.

Warung ini terletak di lokasi yang cukup strategis, tepatnya di Jalan A.P Pettarani Nomor 31 Makassar. Meskipun baru saja dibuka, warung Pallubasa ini telah berhasil mencuri perhatian warga Makassar untuk mencicipi pallubasa yang mereka hidangkan.

Pallubasa Sulawesi.Foto: Suasana Pallubasa Sulawesi dengan deretan tempat duduk untuk pengunjung. (Urwatul Wutsqaa/detikSulsel)

Cita rasa Pallubasa yang dihidangkan di warung Pallubasa Sulawesi ini kurang lebih serupa dengan Pallubasa pada umumnya dengan racikan rempah yang sangat otentik. Ketika mencicipinya, pengunjung bisa merasakan perpaduan rasa gurih, legit, serta sedikit rasa asam dan manis yang terasa sangat pas.

Yang menjadikan Pallubasa Sulawesi ini unik, konsep warungnya dibuat agak berbeda dengan warung Pallubasa pada umumnya. Warung Pallubasa Sulawesi menawarkan konsep tradisional yang unik, di mana ruangannya tampak semi outdoor dan didominasi ornamen bambu.

Pallubasa Sulawesi.Foto: Bagian dapur Pallubasa Sulawesi tempat meracik pallubasa khas Kota Makassar. (Urwatul Wutsqaa/detikSulsel)

Jika ingin menikmati hidangan Pallubasa Sulawesi, pengunjung bisa datang mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.00 malam. Warung Pallubasa Sulawesi ini beroperasi setiap hari.

Di warung ini, pengunjung bisa menikmati Pallubasa dengan pilihan daging dan jeroan sapi yang lengkap, mulai dari pipi, daging, paru, jantung, limpa, latto, hati, susu, dan bundal. Pengunjung juga bebas memilih dan menentukan isian Pallubasa sesuai selera.

Menurut penuturan dari pengelola warung, menu paling populer dan banyak dipesan adalah isian campur, latto, dan daging. Pengunjung juga bisa menambahkan isian pelengkap berupa kuning telur mentah atau 'alas' untuk menambah cita rasa Pallubasa.

Selain varian isian yang lengkap, warung Pallubasa Sulawesi juga menyediakan sajian pelengkap seperti kacang, jeruk, emping, serta bumbu pelengkap lainnya. Pengunjung bisa dengan leluasa meracik Pallubasa sesuai dengan selera masing-masing.

Seporsi sajian Pallubasa di warung Pallubasa Sulawesi dibanderol dengan harga Rp. 22.000 untuk semua varian isian, sementara Pallubasa dengan tambahan 'alas' dibanderol dengan harga Rp 25.000. Perlu diingat bahwa harga yang tersebut belum termasuk nasi.

Fasilitas pembayaran yang tersedia di warung Pallubasa Sulawesi sudah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital, mulai dari debet, QRIS, hingga berbagai jenis e-wallet. Jika tidak terbiasa dengan sistem pembayaran digital, pengunjung tetap bisa melakukan pembayaran secara tunai.

Jika berkunjung ke warung Pallubasa Sulawesi, pengunjung tidak perlu khawatir kesulitan memarkir kendaraan. Area parkir yang tersedia cukup memadai karena jarak warung jauh dari badan jalan.



Simak Video "Bikin Laper: Kapurung Khas Makassar yang Segar dan Mengenyangkan"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/sar)