Kasus pembunuhan pria asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Abuzala Baldani (22), yang mayatnya terikat tali di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), akhirnya tersingkap. Korban terungkap tewas di tangan teman seperantauannya sendiri.
Dilansir dari detikJabar, korban dan ketiga pelaku semula menjalin pertemanan karena sama-sama mengadu nasib di Jakarta. Belakangan, hubungan mereka menimbulkan gesekan hingga tiga orang berinisial AS, AP alias AD, dan N merencanakan pembunuhan.
Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto mengatakan, ketiga pelaku menyimpan emosi terhadap korban sejak lama. Mereka menuding korban kerap berbohong, bersikap meremehkan, bahkan disebut kerap mencuri barang milik rekan-rekannya.
Lautan emosi itu kemudian berubah menjadi niat jahat pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Mereka bersepakat untuk merencanakan pembunuhan.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiga tersangka yang sudah saling mengenal, ditemukan informasi bahwa motif dari pembunuhan tersebut yaitu adanya rasa sakit hati dan dendam," beber Agus di Mapolres Sukabumi, Jumat (16/10/2026).
Rencana pembunuhan ini kemudian disusun para pelaku ketika korban masih berada di Sulawesi. Para tersangka merayu korban dengan iming-iming lowongan pekerjaan di Jakarta dan janji liburan santai ke Bandung.
Korban yang tergiur lantas memutuskan berangkat menggunakan kapal laut menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (22/9). Saat itu, pelaku sudah membagi tugas yakni AS bertindak sebagai perancang strategi sekaligus sopir penjemput, AP menjadi eksekutor penjerat leher, dan N bertugas membantu penjeratan sekaligus mengangkat jasad korban.
"Korban diiming-imingi oleh para tersangka untuk diajak bekerja di Jakarta, kemudian diajak berlibur ke Bandung. Sehingga korban yang tiba dari Sulawesi dijemput menggunakan mobil Toyota Rush warna biru," ungkap Agus.
Korban Dibunuh di Kabin Mobil
Setelah perjalanan berhari-hari, tibalah korban di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Skenario pembunuhan pun dilancarkan dengan ketiga pelaku menjemput korban.
Kursi penumpang di bagian depan sudah disiapkan para pelaku untuk melancarkan aksinya. Tanpa menaruh firasat buruk, korban dengan santai naik ke mobil dan duduk persis di sebelah kiri AS sebagai sopir. Sementara di belakang, ada AP dan N yang nantinya bertindak sebagai eksekutor.
"Baru sekitar 30 menit keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok, korban tertidur di jok depan. Pada saat itulah tersangka AP mengeluarkan tambang dari belakang kemudian menjerat lehernya, dan dibantu tersangka atas nama N yang ikut menarik dengan sekuat tenaga," papar Agus.
Jeratan tambang ditarik kuat di leher korban yang seketika membuat napas Abuzala perlahan habis. Di dalam ruang sempit kabin yang tengah melaju kencang, korban sama sekali tak memiliki ruang gerak untuk melawan.
"Dalam waktu sekitar 1 menit, korban menurut keterangan tersangka terlihat sudah meninggal dunia dalam kondisi terlentang di jok mobil depan," jelas Agus.
Simak Video "Video: Diduga Cemburu, Anak Lurah Ditusuk Pacar Hingga Tewas di Gresik"
(asm/hsr)