Tampang Bos OPM Pembunuh TNI AL yang Tewas Ditembak di Maybrat

Papua Barat Daya

Tampang Bos OPM Pembunuh TNI AL yang Tewas Ditembak di Maybrat

Paulus Pulo - detikSulsel
Jumat, 09 Okt 2026 13:36 WIB
Tampang Komandan OPM Manfret Fatem yang tewas ditembak di Maybrat.
Foto: Tampang Komandan OPM Manfret Fatem yang tewas ditembak di Maybrat. (dok. Istimewa)
Maybrat -

Komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Manfret Fatem bersama dua anak buahnya tewas ditembak pasukan TNI gabungan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya itu pernah terlibat penembakan yang mengakibatkan dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) gugur pada Maret 2026 lalu.

Berdasarkan foto yang diterima detikcom, tampak Manfret Fatem memiliki rambut ikal dan brewok di wajahnya. Dia terlihat memegang dua senjata api laras panjang.

Manfret Fatem mengenakan baju kaos dan celana pendek serta memakai kalung. Pelaku tampak berfoto dengan latar belakang hutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam foto lainnya, Manfret tewas dengan tubuh tergeletak di tanah. Pelaku terlihat tidak mengenakan pakaian dengan sebuah senjata api berada di atas dadanya.

"OPM Kodap IV/Sorong Raya sebelumnya dilaporkan terlibat dalam sejumlah peristiwa gangguan keamanan di wilayah Papua Barat Daya dan sekitarnya," kata Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

ADVERTISEMENT

Teror Manfret Fatem bersama kelompoknya telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Aksi bersenjata pelaku mengakibatkan masyarakat ketakutan hingga pelayanan publik dan pembangunan terganggu.

Salah satu aksi mencolok Manfret Fatem bersama kelompoknya dalam kontak tembak di Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan, Maybrat pada Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT. Serangan pelaku mengakibatkan dua prajurit TNI Al gugur hingga senjata api milik korban disita.

"Salah satu peristiwa yang dilaporkan terjadi di Kampung Sorry, Kabupaten Maybrat, yang mengakibatkan dua personel Marinir meninggal dunia dan dua pucuk senjata api milik TNI dibawa oleh kelompok tersebut," ungkap Riyanto.

Sebelumnya diberitakan, Manfret Fatem dalam kontak tembak dengan TNI di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Jumat (9/10). Kontak tembak terjadi saat personel gabungan melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, satu orang dari tiga korban telah teridentifikasi sebagai Manfret Fatem yang menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya," ungkapnya.

Sementara dua pelaku lainnya yang tewas diduga terkait dengan struktur kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya. Mereka adalah Yesias Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Soraya dan Antonius Assem alias Anton Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya.

TNI melakukan pengamanan lokasi dan pemantauan situasi guna mencegah terjadinya gangguan lanjutan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban dari pihak personel TNI dalam kontak tembak tersebut.

Aparat gabungan yang melakukan penyisiran pun mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi. Barang-barang tersebut diduga milik pelaku.

"Antara lain satu pucuk senjata api jenis AK 101, munisi kaliber 5,56 mm sebanyak 30 butir, munisi kaliber 9 mm, dua unit telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya," jelasnya.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads