Komandan OPM Manfret Fatem-2 Anak Buah Ditembak Mati di Maybrat

Papua Barat Daya

Komandan OPM Manfret Fatem-2 Anak Buah Ditembak Mati di Maybrat

Paulus Pulo - detikSulsel
Jumat, 09 Okt 2026 12:23 WIB
TNI menyita sejumlah barang bukti usai menembak mati Komandan OPM Manfret Fatem di Maybrat.
Foto: TNI menyita sejumlah barang bukti usai menembak mati Komandan OPM Manfret Fatem di Maybrat. (dok. Istimewa)
Maybrat -

Komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Manfret Fatem tewas dalam kontak tembak dengan pasukan TNI gabungan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya tersebut tewas bersama dua anak buahnya.

"Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dari kelompok bersenjata OPM dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Kontak tembak antara satgas gabungan TNI dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya terjadi di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Jumat (9/10). Kontak tembak terjadi saat personel gabungan melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, satu orang dari tiga korban telah teridentifikasi sebagai Manfret Fatem yang menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya," ungkapnya.

Sementara dua pelaku lainnya diduga terkait dengan struktur kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya. Mereka adalah Yesias Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Soraya dan Antonius Assem alias Anton Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya.

ADVERTISEMENT

"Proses verifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan identitas dan keterkaitan masing-masing individu," tuturnya.

TNI melakukan pengamanan lokasi dan pemantauan situasi guna mencegah terjadinya gangguan lanjutan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban dari pihak personel TNI dalam kontak tembak tersebut.

"Aparat gabungan juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, antara lain satu pucuk senjata api jenis AK 101, munisi kaliber 5,56 mm sebanyak 30 butir, munisi kaliber 9 mm, dua unit telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya," jelasnya.

Riyanto menegaskan, pengamanan wilayah akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak aksi kekerasan. Di sisi lain, TNI juga mengedepankan pendekatan dialog, pembinaan teritorial, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

"Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil operasi, identitas dua korban lainnya, serta situasi keamanan wilayah akan disampaikan setelah seluruh proses verifikasi dan pendalaman selesai dilaksanakan," pungkas Riyanto.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads