Tanda Tanya Nasib 7 Wanita di Mimika 40 Hari Disandera KKB

Papua Tengah

Tanda Tanya Nasib 7 Wanita di Mimika 40 Hari Disandera KKB

Tim detikcom - detikSulsel
Sabtu, 26 Sep 2026 08:00 WIB
Momen haru saat salah satu korban penyanderaan KKB, Demerina Uamang kembali ke pelukan keluarga di Mimika.
Foto: Momen haru saat salah satu korban penyanderaan KKB, Demerina Uamang kembali ke pelukan keluarga di Mimika. (dok. istimewa)
Mimika -

Dua dari sembilan wanita yang menjadi korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, telah ditemukan dan dievakuasi. Sementara nasib dan keberadaan tujuh korban lainnya belum diketahui setelah 40 hari terakhir diculik para pelaku.

Diketahui, penyanderaan ini bermula dari penyerangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS di Kampung Jila, Distrik Jila, Mimika, Senin (17/8/2026). KKB alias Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menebar teror lantas terlibat kontak tembak dengan TNI.

"Kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangannya, Senin (17/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI menjadi korban penembakan. Mirisnya, satu personel dilaporkan gugur akibat serangan OPM.

"Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka," ungkap Tri Purwanto.

ADVERTISEMENT

Teror para pelaku ternyata berlanjut setelah menyerang Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS. KKB lantas menyasar permukiman dan menyandera warga sipil pada kampung berbeda di Distrik Jila.

"Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila," ucap Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak kepada wartawan.

Para pelaku awalnya hendak menyandera 11 warga, namun dua di antaranya menolak dibawa paksa. Kedua warga yang merupakan ibu dan anak tersebut lantas dianiaya KKB.

"Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan," paparnya.

Informasi yang diterima aparat, anak yang dilempar KKB ke jurang dilaporkan selamat. Sementara ibu dari anak tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang Inkolung Aim, dengan kondisi luka patah kaki," jelas Alredo.

Alredo menuturkan, sembilan warga yang disandera KKB merupakan perempuan dari kampung berbeda. Satu di antaranya merupakan wanita bernama Demerina Uamang (23) yang sedang hamil.

Sementara delapan warga lainnya, yakni Alin Mesawarol (siswi kelas VI SD), Nopi Aim (siswi kelas IV SD), Opinte Mesawaro (siswi kelas III SD), Yosina Tsenawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18) dan Miante Nibilingame (13).

2 Korban Ditemukan Usai 20 Hari di Hutan

Wanita bernama Demerina Uamang 20 hari tanpa makanan dalam hutan demi menyelamatkan diri usai diculik KKB di Mimika, Papua Tengah.Polisi mengevakuasi wanita bernama Demerina Uamang yang berhasil menyelamatkan diri usai disandera KKB di Mimika, Papua Tengah. Foto: dok istimewa

Hampir sebulan pascapenyanderaan, masyarakat menemukan dua wanita dalam kondisi memprihatinkan di Kampung Bela, Distrik Alama, Senin (7/9). Informasi penemuan itu pun dilaporkan kepala Kampung Bela.

"Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi," ucap Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (14/9).

Aparat kepolisian baru berhasil menjangkau lokasi penemuan korban pada Senin (14/9). Saat tiba di lokasi, wanita yang ditemukan warga dipastikan korban penculikan dan penyanderaan KKB.

"Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus yang lalu," beber Yusuf.

Demerina Uamang ternyata bersama satu korban penyanderaan lainnya, Yosina Tsenawatme. Mirisnya, Yosina telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh sangat kurus.

"Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia," paparnya.

Yosina diduga meninggal lantaran tidak mendapat asupan makanan. Usut punya usut, Yosina dan Demerina sempat bertahan 20 hari dalam hutan usai berhasil kabur dari penyanderaan KKB.

"Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Demikian juga adik Demerina Uamang ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah," ucap Yusuf.

Yusuf mengaku, aparat sempat terhambat medan dan cuaca buruk untuk menjangkau lokasi. Situasi inilah yang membuat evakuasi tidak langsung dilakukan pada hari informasi penemuan korban diterima.

"Empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana," terangnya.

Helikopter baru bisa menjemput korban usai kondisi dinilai kondusif. Demerina pun dievakuasi ke RS Bhayangkara Mimika, sedangkan Yosina dimakamkan secara adat oleh warga Kampung Bela.

"Demerina belum dapat kita minta memberikan keterangan karena kondisinya memang sangat syok. Mungkin dia melihat bagaimana rekannya, adik Yosina, meninggal dunia di sampingnya," ungkap Yusuf.

7 Korban Penyanderaan KKB Masih Dicari

Polisi menjenguk korban penyanderaan KKB, Demerina Uamang sebelum dipulangkan ke keluarganya di Mimika.Polisi menjenguk korban penyanderaan KKB, Demerina Uamang di rumah sakit sebelum dipulangkan ke keluarganya di Mimika. (dok. istimewa)

Setelah menjalani perawatan medis selama 12 hari, Demerina dipulangkan ke keluarganya di Timika pada Jumat (25/9) sekitar pukul 11.30 WIT. Kendati begitu, tim trauma healing dari Satgas Banops Damai Cartenz akan tetap mengontrol kondisi psikologis korban secara berkala.

"Setelah kondisinya stabil, Demerina dapat kembali kepada keluarganya," ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Sementara tujuh wanita korban penyanderaan KKB masih dalam pencarian. Ketujuh korban adalah Alin Mesawarol, Nopi Aim, Opinte Mesawaro, Meria Nibilingame, Wena Katagame, Ilimin Onawame dan Miante Nibilingame.

"Kami terus melakukan upaya untuk menemukan dan menyelamatkan korban lainnya," tegas Faizal.

Para korban dilaporkan berada dalam penguasaan KKB di wilayah yang sulit dijangkau. Kendati begitu, lokasi penyanderaan termasuk kondisi terkini para korban belum dapat dipastikan.

Faizal berharap bantuan masyarakat dalam upaya penyelamatan tujuh korban. Pihaknya juga berkoordinasi dengan keluarga korban yang masing-masing berada di Kampung Jila, Bela, Alama dan Keselama.

"Kami berharap dukungan masyarakat serta informasi yang dapat membantu proses pencarian dapat disampaikan kepada aparat sehingga dapat ditindaklanjuti dengan mengutamakan keselamatan korban," harapnya.

Aparat masih minim informasi terkait keberadaan ketujuh korban. Polisi belum bisa meminta keterangan korban yang berhasil diselamatkan sebelumnya.

"Keterangan dari Demerina nantinya dapat membantu petugas memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai rangkaian peristiwa yang dialaminya," terangnya.

"Namun pemberian keterangan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi korban dan menunggu hingga yang bersangkutan siap," pungkas Faizal.

Halaman 3 dari 3


Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads