Dua dari sembilan wanita yang menjadi korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, telah ditemukan dan dievakuasi. Sementara nasib dan keberadaan tujuh korban lainnya belum diketahui setelah 40 hari terakhir diculik para pelaku.
Diketahui, penyanderaan ini bermula dari penyerangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS di Kampung Jila, Distrik Jila, Mimika, Senin (17/8/2026). KKB alias Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menebar teror lantas terlibat kontak tembak dengan TNI.
"Kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangannya, Senin (17/8).
Insiden tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI menjadi korban penembakan. Mirisnya, satu personel dilaporkan gugur akibat serangan OPM.
"Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka," ungkap Tri Purwanto.
Teror para pelaku ternyata berlanjut setelah menyerang Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS. KKB lantas menyasar permukiman dan menyandera warga sipil pada kampung berbeda di Distrik Jila.
"Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila," ucap Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak kepada wartawan.
Para pelaku awalnya hendak menyandera 11 warga, namun dua di antaranya menolak dibawa paksa. Kedua warga yang merupakan ibu dan anak tersebut lantas dianiaya KKB.
"Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan," paparnya.
Informasi yang diterima aparat, anak yang dilempar KKB ke jurang dilaporkan selamat. Sementara ibu dari anak tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang Inkolung Aim, dengan kondisi luka patah kaki," jelas Alredo.
Alredo menuturkan, sembilan warga yang disandera KKB merupakan perempuan dari kampung berbeda. Satu di antaranya merupakan wanita bernama Demerina Uamang (23) yang sedang hamil.
Sementara delapan warga lainnya, yakni Alin Mesawarol (siswi kelas VI SD), Nopi Aim (siswi kelas IV SD), Opinte Mesawaro (siswi kelas III SD), Yosina Tsenawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18) dan Miante Nibilingame (13).
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"
(sar/sar)