Ironi Wanita Konsel Dibunuh Eks Pacar Usai Lamarannya Ditolak

Ironi Wanita Konsel Dibunuh Eks Pacar Usai Lamarannya Ditolak

Tim detikcom - detikSulsel
Jumat, 18 Sep 2026 06:30 WIB
Wanita ditemukan tewas dengan mulut tersumbat kain di Konawe Selatan.
Foto: Wanita ditemukan tewas dengan mulut tersumbat kain di Konawe Selatan. (dok. istimewa)
Konawe Selatan -

Nasib malang menimpa wanita berinisial DA (22) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) usai dianiaya hingga tewas oleh mantan pacarnya, Jefri (30). Pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati lamaran ditolak.

Mayat korban ditemukan di perkebunan Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.10 Wita. Korban pertama kali ditemukan warga berinisial SP.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan warga di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea," kata Kasatreskrim Polres Konawe Selatan AKP Taufik Hidayat dalam keterangannya, Rabu (16/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 10.30 Wita. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan dugaan korban tewas karena dibunuh.

"Dari pemeriksaan awal di TKP, ditemukan beberapa tanda pada tubuh korban yang kemudian kami dalami melalui pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Taufik menuturkan tim Inafis Polres Konsel tiba di lokasi sekitar pukul 12.45 Wita dan melakukan pemeriksaan. Sekitar pukul 13.15 Wita, tim medis Puskesmas Tinanggea bersama Inafis melakukan visum luar terhadap korban.

"Setelah pemeriksaan awal, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani autopsi," ungkapnya.

Korban Dibunuh Mantan Pacar

Dari hasil penyelidikan, polisi mengarah kepada Jefri yang merupakan mantan pacar korban. Polisi lantas menangkap Jefri di Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea pada Rabu (16/9) sekitar pukul 22.30 Wita

"Kami melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku berdasarkan bukti permulaan yang cukup," ujar Taufik.

"Iya mantan pacar (pelaku mantan pacar korban)," lanjut Taufik.

Dia mengungkapkan Jefri menganiaya korban karena sakit hati lamarannya ditolak keluarga korban. Polisi juga menyebut pelaku cemburu setelah melihat korban berkomunikasi dengan pria lain menggunakan telepon selulernya.

"Motif sementara karena sakit hati lamarannya ditolak keluarga korban dan cemburu melihat korban berkomunikasi dengan teman prianya," imbuhnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut, di antaranya sepeda motor, pakaian hingga handphone. Polisi masih melakukan pencarian terhadap barang bukti lainnya.

"Barang bukti lainnya yang masih kami cari itu HP korban serta pakaian pelaku," ungkapnya.

Pelaku Sempat Setubuhi Korban

Kapolres Konsel AKBP Daeng Riandika Mahardani mengatakan awalnya pelaku menghubungi korban untuk bertemu pada Selasa (15/9) malam. Pelaku lalu menjemput dan membawa korban ke area perkebunan menggunakan motor.

"Pelaku mengajak korban bertemu sekitar pukul 21.00 Wita, lalu setelah bertemu mereka masuk ke arah perkebunan," kata Riandika saat konferensi pers.

Saat di area perkebunan, korban dan pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri. Selanjutnya pelaku menyampaikan mengakhiri hubungan dengan korban yang berujung penganiayaan.

"Di tempat itu mereka melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Kemudian pelaku menindih korban dan menyampaikan tidak bisa lagi sama-sama dengan korban," beber Riandika.

"Korban pun merespons dengan tertawa cekikikan, pelaku yang sakit hati lalu mencekik leher korban hingga tak sadarkan diri," sambungnya.

Setelah memastikan korban sudah tidak sadarkan diri, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Keesokan harinya, kata Riandika, korban ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar pukul 10.10 Wita.

"Korban kemudian ditemukan warga sekitar pukul 10.10 Wita dalam keadaan meninggal dunia," imbuhnya.

Riandika menambahkan bahwa motif penganiayaan itu dipicu sakit hati pelaku. Sakit hati itu terakumulasi dari respons korban saat pelaku mengakhiri hubungan dan saat lamarannya ditolak keluarga korban.

"Jadi motifnya juga karena di bulan Juli kemarin pelaku datang melamar korban tapi ditolak oleh keluarganya, sehingga pelaku sakit hati," pungkasnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi: Polisi Masih Kejar Pelaku! "
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads