Mantan Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) terkait dugaan korupsi pengadaan lahan perluasan RSUD Maria Walanda Maramis. Lahan 2 hektare yang dibeli menggunakan uang negara rupanya milik Vonnie sendiri.
"Modus operandinya tersangka VAP telah mengubah nomenklatur pekerjaan dengan kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, padahal tanah tersebut miliknya dengan luas kurang lebih 2 hektare dibayar dengan cara menggunakan sekretaris pribadinya seolah-olah sebagai pemilik lahan," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulut Zein Yusri Munggaran, Selasa (1/9/2026).
Zein mengatakan seluruh hasil pembayaran pengadaan lahan tersebut pada akhirnya mengalir kepada VAP. Total uang yang dibayarkan untuk lahan tersebut mencapai Rp 19,8 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh hasil pembayarannya dibayarkan kepada VAP sejumlah Rp 19,8 miliar," imbuhnya.
Menurut Zein, lahan tersebut juga ternyata tidak memenuhi persyaratan untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis. Salah satu persoalannya karena lokasi lahan tidak terintegrasi dengan area rumah sakit.
"Karena tidak berada di area yang terintegrasi dan tidak saling berhubungan," bebernya.
Diketahui, Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejati Sulut menangkap VAP di Kabupaten Mimika, Papua. Vonnie kemudian dibawa ke Sulut dan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Senin (31/8) sekitar pukul 15.30 Wita.
"Tim Tabur Kejati Sulut berhasil mengamankan VAP di Mimika, Provinsi Papua pada Jumat (28/8)," ujar Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut Eri Yudianto kepada wartawan, Senin (31/8).
Menurut Eri, keberadaan VAP awalnya terlacak berada di Jakarta. Tim Tabur Kejati Sulut kemudian melakukan pemantauan terhadap pergerakan tersangka yang belakangan diketahui berada di Papua.
"Sebelum penangkapan kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta, namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Provinsi Papua," jelas Eri.
"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana lalu kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini," lanjutnya.
