Sopir mobil Public Safety Center (PSC) berinisial WT (40) menjadi korban pengeroyokan dan penikaman oleh empat orang pemuda di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penganiayaan itu diduga dipicu kekesalan salah satu pelaku terhadap korban.
Kanit Reskrim Polsek Ujung Bulu Ipda Kamaruddin mengatakan korban awalnya diduga terlibat cekcok dengan seorang wanita di pinggir jalan Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Rabu (19/8). Salah satu pelaku yang melintas langsung menegur korban.
"Korban sementara berada di TKP beradu mulut dengan salah seorang perempuan, kemudian terduga pelaku sedang berkendara motor melihat kejadian tersebut lalu berhenti dan menegur korban," kata Kamaruddin kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku sempat meninggalkan lokasi, namun tak lama berselang kembali bersama tiga rekannya menggunakan dua sepeda motor. Keempatnya kemudian melakukan penganiayaan secara bersama-sama dan salah satunya menikam korban menggunakan badik.
"Terduga pelaku kembali bersama 3 orang temannya langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban yang salah seorang pelaku melakukan penikaman terhadap korban menggunakan sebilah badik yang mengenai perut bagian kanan korban," jelas Kamaruddin.
Setelah menganiaya korban para pelaku langsung kabur. Korban sendiri dievakuasi oleh warga ke Rumah Sakit Umum Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba guna mendapatkan perawatan medis.
Polisi yang melakukan penyelidikan mengantongi identitas keempat pelaku yakni MSS (25), FW (20), AHT (22), dan AS (23) di Kelurahan Kalumeme. Saat tiba di lokasi, tiga pelaku berhasil melarikan diri, sementara AS beserta sebilah badik milik MSS diamankan.
"Anggota berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku AS beserta barang bukti berupa sebilah badik dan satu lembar jaket hoodie berwarna putih yang digunakan oleh MSS saat melakukan penganiayaan terhadap korban," ungkap Kamaruddin.
Dalam pemeriksaan awal, AS mengakui terlibat dalam penganiayaan bersama tiga pelaku lainnya. AS juga menyebut MSS sebagai pelaku yang menikam korban.
"AS mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban bersama dengan MSS, FW dan AHT, dan yang melakukan penikaman terhadap korban menggunakan sebilah badik yakni MSS," imbuhnya.
Polisi kemudian melanjutkan pengejaran terhadap tiga pelaku yang melarikan diri. Kamaruddin mengatakan pihaknya dibantu Polres Bantaeng berhasil menangkap ketiga pelaku di Kabupaten Bantaeng, Rabu (26/8).
"Ketiganya mengakui melakukan pengeroyokan. Sedangkan MSS mengakui bahwa dirinyalah yang telah melakukan penikaman terhadap korban dengan menggunakan sebilah badik," terang Kamaruddin.
Keempat terduga pelaku kini telah dibawa ke Polsek Ujung Bulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi turut mengamankan sebilah badik yang diduga digunakan dalam aksi penikaman tersebut.
