Seorang petani bernama Nuru Daeng Ngampang (52) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas diduga dianiaya adik kandungnya, Rahman Daeng Liwang (48). Korban sempat mendapat perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Ada kejadian penganiayaan berat yang mengakibatkan orang meninggal dunia," ujar Kapolsek Polongbangkeng Utara, Iptu M Haris dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Peristiwa itu terjadi di Dusun Je'nedinging, Desa Balangtanaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Sabtu (29/8) sekitar pukul 09.30 Wita. Pelaku menganiaya korban dengan cara ditebas menggunakan parang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antara korban dan pelaku ada hubungan saudara kandung, jadi korban kakak dan pelaku adiknya," katanya.
Penganiayaan itu mengakibatkan korban mengalami sejumlah luka. Keluarga bersama warga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Maryam Takalar untuk mendapatkan perawatan.
"Setelah terjadi penganiayaan berat yang mengakibatkan banyak luka, keluarga korban termasuk warga membawa korban ke Rumah Sakit Maryam Takalar mendapatkan perawatan (setelah) satu jam lebih (korban) menghembuskan napas terakhirnya," bebernya.
Sementara itu, polisi masih mendalami motif penganiayaan yang dilakukan Rahman terhadap kakaknya tersebut. Sedangkan untuk pelaku telah diamankan ke Polres Takalar.
"Untuk motif kematian Nuru Daeng Ngampang ini yang dilakukan saudara kandung, sementara kami masih dalam penyelidikan," pungkasnya.
