Guru SMAN 1 Karamat bernama Budiansyah melaporkan siswanya berinisial R ke polisi usai diduga dianiaya di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng). Siswa itu diduga memukul gurunya gegara ditegur ribut saat kepala sekolah (kepsek) sedang ceramah selepas salat Jumat.
Penganiayaan itu terjadi di jalanan Desa Monano, Kecamatan Lakea, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Budiansyah mengaku dipukul berulang kali setelah dicegat dalam perjalanan pulang.
"Saya langsung ke Polres (Buol) melapor. Sempat disuruh mediasi, tapi saya tidak mau. Sudah keterlaluan perbuatannya," kata Budiansyah kepada detikcom, Jumat (31/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penganiayaan ini bermula saat Budiansyah menegur siswanya selepas salat Jumat di SMAN 1 Karamat. Saat itu terduga pelaku dinilai memicu keributan saat kepsek mengisi ceramah.
"Setelah selesai salat Jumat ada kultum atau ceramah dari kepala sekolah. Saat ceramah berlangsung, di samping saya ada murid yang ribut. Sudah beberapa kali saya tegur tapi tidak dihiraukan," paparnya.
Budiansyah lalu spontan menegur siswa tersebut menggunakan sorban yang dipegangnya. Namun ujung sorban disebut tidak sengaja mengenai pelipis mata siswa.
"Saya tegur pakai sorban dari belakang. Karena sorban panjang, ujungnya kena di pelipis mata anak itu. Tidak ada niat memukul keras," ujar Budiansyah.
Teguran itu ternyata membuat terduga pelaku kesal. Budiansyah sempat meminta siswanya yang duduk di bangku kelas XII itu untuk keluar.
"Saya bilang, 'ayo keluar'. Mungkin dia mengira saya mengajak berkelahi," tambah Budiansyah.
Sepulang sekolah, Budiansyah lalu diadang siswanya hingga dianiaya. Dia mengaku dipukul berulang kali saat masih berada di atas motor.
"Dia sudah menunggu di tengah jalan. Waktu saya masih di atas motor, dia langsung memukul saya," ungkapnya.
"Saya hanya melindungi diri. Saya tidak sentuh dia sama sekali karena saya berpikir kalau saya membalas nanti kasusnya berubah jadi perkelahian," ujar Budiansyah.
Penganiayaan itu berakhir saat warga setempat datang ke lokasi kejadian. Budiansyah berharap kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya diusut tuntas aparat kepolisian.
"Kemarin saya ditelepon penyidik untuk dimintai keterangan sebagai korban. Saya juga menghadirkan saksi atas pemukulan terhadap saya," imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Buol Iptu Sudarmono belum menjelaskan perkembangan kasus dugaan penganiayaan itu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Satreskrim lebih dulu.
"Saya kordinasi dulu dengan Reskrim. Mohon waktu," ucap Iptu Sudarmono yang dikonfirmasi terpisah.
