Keluarga Desak Kasus Kematian Operator Dump Truk di Halsel Diusut Tuntas

Maluku Utara

Keluarga Desak Kasus Kematian Operator Dump Truk di Halsel Diusut Tuntas

Fistel Mukuan - detikSulsel
Sabtu, 11 Jul 2026 10:00 WIB
Ilustrasi
Foto: Ilustrasi. (Dok.Detikcom)
Minahasa -

Keluarga mendesak agar kasus kematian operator dump truck, Daniel Waraney Tumilantouw (31) yang ditemukan tewas di Pantai Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, segera diusut tuntas. Keluarga Daniel menganggap penyidik Polsek Obi lamban menyelidiki perkara ini.

"Kami minta perusahaan dan polisi usut tuntas kasus ini. Kejadian sejak 17 Juni hingga kini tak ada perkembangan ke kami keluarga," ujar kakak korban, Jerol Tumilantouw kepada detikcom di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (11/7/2026).

Jerol lantas mempertanyakan keseriusan aparat mengusut kasus ini setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam administrasi penyelidikan. Salah satunya terkait nama korban yang tercantum dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di SP2HP nama korban seharusnya Daniel Tumilantouw, tapi yang ditulis polisi justru Gabriel," beber Jerol

Menurut Jerol, nama Gabriel yang justru tercantum dalam SP2HP merupakan pelapor dalam kasus ini. Keluarga juga mempertanyakan proses penanganan jenazah dari Halmahera Selatan hingga dibawa ke Kota Bitung, Sulawesi Utara.

ADVERTISEMENT

"Dari Halmahera ke Kota Bitung, Sulawesi Utara tidak ada perwakilan dari polisi yang ikut mendampingi," katanya.

Surat panggilan dari penyidik juga dinilai tidak sesuai dengan fakta kejadian. Pasalnya kasus tersebut terjadi pada Juni 2026, namun dalam surat panggilan tercantum waktu kejadian pada April 2026.

"Kasus ini terjadi bulan Juni 2026, tetapi di surat panggilan polisi tertulis bulan April, ini yang membuat kami semakin bertanya-tanya," tutur Jerol.

Dia juga menyoroti surat pengantar autopsi korban. Surat tersebut baru diberikan setelah pihak keluarga mendesak penyidik melalui perusahaan.

"Tidak ada surat pengantar autopsi dari polisi, nanti setelah keluarga mendesak, baru dikirimkan lewat WhatsApp. Hasil autopsi dari RS Bhayangkara Manado sampai sekarang belum ada informasi kepada kami keluarga," imbuhnya.

Sejak sebulan setelah ditemukan meninggal, keluarga belum memperoleh perkembangan penyelidikan. Dia kembali meminta Polsek Obi usut tuntas kasus ini secara jelas.

"Sejak 17 Juni sampai sekarang belum ada perkembangan penanganan kasus yang disampaikan kepada keluarga," ujarnya.

Jerol juga menyoroti kinerja perusahaan tempat adiknya bekerja yang dinilai lepas tangan. Dia menagih janji perusahaan yang akan membantu pengusutan kasus ini.

"Pihak perusahaan tempat adik saya bekerja sekarang tidak lagi merespon telepon kami keluarga, sehingga ada tanda tanya ada apa," imbuh Jerol.

Keluarga Curiga Korban Dibunuh

Diketahui, Daniel ditemukan tewas mengapung di Perairan Pulau Obi, Halsel, Maluku Utara, Rabu (17/6) pukul 16.20 WIT. Operator dump truck di salah satu perusahaan tambang di Pulau Obi sempat dilaporkan hilang sejak Senin (15/7).

Daniel sempat bertemu dengan tiga orang rekannya hingga akhirnya dilaporkan hilang. Keluarga pun curiga korban dibunuh setelah kartu ATM korban hilang dan saldo dalam keadaan kosong.

"Sebagai kakak saya tegaskan bahwa adik saya (Daniel) meninggal karena dibunuh," kata kakak korban, Jerol saat dihubungi, Kamis (18/6).

"Di dalam dompet adik saya yang kami temukan yang hilang itu hanya ATM, saat dicek saldo korban sudah habis pada hari mereka gajian," ungkap Jerol.

Sementara itu, Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan mengaku belum mengetahui penyebab kematian korban. Pihaknya menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Penyebab kematian belum tahu, apakah tenggelam atau apa enggak tahu saya, belum tahu. Belum, belum saya simpulkan karena masih divisum dulu kan," ucap Hendra.



(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads