Keluarga operator dump truk bernama Daniel Waraney Tumilantouw (31) yang ditemukan tewas di Pantai Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, merasa ada yang janggal dengan kematian korban. Keluarga menduga korban meninggal tidak wajar atau dibunuh.
Diketahui, korban merupakan warga asal Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Jenazah korban akan dipulangkan ke kampung halamannya dan dijadwalkan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (19/6) besok.
"Sebagai kakak saya tegaskan bahwa adik saya (Daniel) meninggal karena dibunuh," kata kakak korban, Jerol Tumilantouw kepada detikcom, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan kejadian bermula pada Senin (15/6). Saat itu, korban meminta salah satu temannya di mess yang juga berasal dari Minahasa untuk mengantarnya ke salah satu tempat bertemu dengan tiga orang temannya.
"Saat itu adik saya bilang akan bertemu dengan tiga orang rekannya yang lain," ujarnya.
Jeron menuturkan setelah mengantar Daniel, teman korban langsung kembali ke mess. Sejak saat ini, Daniel tidak pernah lagi terlihat dan tidak bisa dihubungi.
"Kalau melihat rangkaian kejadian ini, berarti terjadi di dalam lingkup perusahaan, dari pemahaman saya yang membunuh adik saya adalah karyawan dan itu sudah direncanakan," bebernya.
Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah kartu ATM korban hilang. Saat dicek, saldo ATM korban dalam kondisi kosong padahal baru saja gajian.
"Di dalam dompet adik saya yang kami temukan yang hilang itu hanya ATM, saat dicek saldo korban sudah habis pada hari mereka gajian," ungkap Jerol.
Jerol berharap pihak perusahaan tempat adiknya bekerja dapat membantu mengungkap kasus ini. Dia juga meminta kepolisian di Maluku Utara mengusut tuntas penyebab kematian adiknya.
"Saya berharap pihak perusahaan dan kepolisian Maluku Utara bisa mengungkap kasus, karena menurut saya ini adalah pembunuhan berencana yang sangat tragis," ucapnya.
Diketahui, korban ditemukan tewas di Perairan Pulau Obi, Rabu (17/6) pukul 16.20 WIT. Korban awalnya dilaporkan hilang karena tidak pernah kelihatan di mess sejak Senin (15/6) pukul 18.40 WIT hingga Rabu (17/6).
"Ada informasi dari masyarakat bahwa ada mayat yang terapung di perairan. (Dia) karyawan di perusahaan bahwa dia itu hilang," kata Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan kepada detikcom, Rabu (17/6).
(hsr/asm)
