Pria di Gowa Dikeroyok dan Dibusur Panah Usai Cekcok soal Sengketa Lahan

Pria di Gowa Dikeroyok dan Dibusur Panah Usai Cekcok soal Sengketa Lahan

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 29 Mei 2026 09:31 WIB
Pria di Gowa dikeroyok saat menegur pemasangan papan bicara di lahan sengketa. Korban terluka parah akibat anak panah.
Foto: Polisi mendatangi lokasi pria dikeroyok dan dibusur gegara cekcok soal sengketa lahan. (dok. istimewa)
Gowa -

Pria bernama Andi Yusrizal Ihsan (51) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok oleh sejumlah pria saat menegur pemasangan papan bicara di lahan sengketa. Korban bahkan diserang menggunakan busur hingga anak panah mengenai dada kirinya.

"Korban dikeroyok oleh para terduga pelaku. Saksi (ipar korban) melihat korban terkena anak panah jenis busur yang tertancap di rusuk dada sebelah kiri," ujar Kanit Pidum Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Paraikatte, Lingkungan Garaganti, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kamis (28/5) sekitar pukul 15.26 WITA. Saat itu, terduga pelaku bernama Daeng Tula' bersama rekannya memasang papan bicara di lahan sengketa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban bersama iparnya yang bernama Mukhtar Lutfi melihat pelaku dan rekannya memasang papan bicara di lokasi sengketa. Mukhtar langsung menegur pelaku karena mengklaim lahan tersebut.

"Salah satu terduga pelaku mengatakan cuma disuruh oleh pemilik tanah," katanya.

ADVERTISEMENT

Mukhtar kemudian merekam aktivitas pemasangan papan bicara tersebut menggunakan kamera ponselnya, sementara korban menghampiri pelaku yang memasang papan bicara tersebut.

"Korban beradu mulut dengan para terduga pelaku dan tak lama kemudian korban dikeroyok," bebernya.

Setelah dikeroyok, sebuah anak panah dengan panjang sekitar 10 sentimeter menancap di dada korban. Para pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) usai melakukan penganiayaan.

"Korban dievakuasi ke RS Muhammadiyah untuk mendapatkan pertolongan medis dengan menggunakan mobil pikap," katanya.

Diketahui, lahan yang menjadi sumber persoalan memiliki luas sekitar 86.000 meter persegi dan saat ini masih dalam proses sengketa perdata di PN Sungguminasa. Korban telah diarahkan untuk membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut.

"Kami segera melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku penganiayaan untuk mencegah pelaku melarikan diri," pungkas Alfian.

Sementara dalam video yang beredar, tampak warga dan pengendara histeris melihat korban terkena anak panah di dada. Korban tampak terbaring di atas mobil pikap saat akan dibawa ke rumah sakit.



(hsr/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads