Akhir Persembunyian Oknum TNI Cabuli Bocah SD di Konsel

Akhir Persembunyian Oknum TNI Cabuli Bocah SD di Konsel

Tim detikcom - detikSulsel
Rabu, 20 Mei 2026 06:30 WIB
Sertu Majid Bone (tengah) saat ditangkap terkait kasus pencabulan bicah SD di Konawe Selatan.
Foto: Sertu Majid Bone (tengah) saat ditangkap terkait kasus pencabulan bicah SD di Konawe Selatan. (dok. istimewa)
Bone -

Polisi militer akhirnya meringkus Sertu Majib Bone alias MB, anggota TNI yang mencabuli seorang anak di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara. Pelaku ditangkap di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, setelah buron selama sebulan.

Sertu Majid diduga melakukan pencabulan itu saat rumahnya didatangi oleh korban pada Selasa (14/4) lalu. Pelaku pun sempat diamankan, namun berakhir kabur saat diinterogasi di Kodim 1414/Kendari pada Rabu (15/4).

"Terkait pelakunya belum sempat diserahkan ke kita, saat diinterogasi di Kodim, yang bersangkutan sempat kabur," kata Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela kepada wartawan, Kamis (30/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak saat itu, Sertu Majid masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron. Kodim 1417/Kendari mengerahkan seluruh personel di tiap wilayah untuk mencari jejak keberadaan Sertu MB.

"Surat DPO sudah kami keluarkan dan seluruh personel kami arahkan melakukan pencarian," kata Dandim Kendari Letkol Arm Danny AP Girsang kepada wartawan, Jumat (1/5).

ADVERTISEMENT

Sertu Majid Tertangkap di Rumah Sepupunya

Sertu Majid belakangan ditangkap di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pelaku tertangkap setelah berpindah-pindah tempat persembunyian dalam satu bulan terakhir.
.
Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela mengungkapkan pihaknya awalnya mengendus pelaku sedang berada di Baubau. Namun pelaku terus berpindah ke Kolaka saat tim mendatangi lokasinya.

"Informasinya berada di Baubau, kita kejar, terus di Kolaka," ungkap Haryadi kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Pihaknya kemudian kembali menerima informasi keberadaan pelaku di rumah sepupunya di Kabupaten Bone. Tim pun langsung bergerak dan mengamankan pelaku pada Selasa (19/5) sekitar pukul 07.30 Wita.

"Alhamdulillah Sertu MB sudah kita tangkap tadi pagi sekitar pukul 07.30 Wita di Bone. Saat kita tangkap yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan kesalahannya," kata Haryadi.

Menurut Haryadi, kendala pencarian selama sebulan yakni karena Sertu Majid kerap berpindah-pindah tempat. Saat ini pelaku sudah diserahkan ke Pomdam Hasanuddin di Makassar.

"Sertu MB saat ini sudah diserahkan ke Pomdam Hasanuddin. Tapi tetap kasusnya akan kita proses di Denpom Kendari," jelasnya.

detikcom memperoleh foto momen Sertu Majid Bone berada di sebuah ruangan dengan kondisi tangan terborgol. Sertu Majid Bone ditemani 2 anggota Resmob Polda Sultra.

Sertu Majid Bone tampak mengenakan kaus berwarna biru dongker dan celana pendek hitam. Wajahnya tampak lesu ketika ditangkap petugas.

Korban Sertu Majid Alami Depresi Berat

Siswa SD yang diduga dicabuli oleh Sertu Majid Bone dilaporkan mengalami depresi berat. Pihak keluarga menyebut kondisi psikologis korban kini sangat memprihatinkan.

Dalam video yang diterima detikcom pada Rabu (5/5) lalu, tampak korban enggan berinteraksi dengan orang-orang sekitar, termasuk pihak keluarga sendiri. Bocah malang itu hanya mengurung diri dengan menutupi wajahnya di sudut ruangan.

Seorang pria berupaya membujuk korban agar jalan-jalan keluar rumah, sementara seorang wanita menawari korban membeli boneka. Sayangnya, korban hanya berdiam diri di sudut ruangan.

"Kita pergi di rumahnya Kakak Na**a saja, iya nak?" ujar seorang wanita membujuk korban.

Keluarga yang tidak mendapat respons dari korban tampak tidak menyerah. Mereka terus menenangkan korban.

"Ayo kita pergi pale sama Bapak," ujar pria tersebut.

"Tidak," ujar korban berteriak.

Pria yang menyadari bujukannya tidak berhasil akhirnya memberi ruang kepada korban untuk menyendiri. Dia pun meyakinkan wanita di dekatnya untuk melakukan tindakan serupa.

"Biar mi, kasi tenang saja dulu dia, dia tenang-tenang dulu, jangan mi dulu tanya dia," ujar pria itu.

Dalam video lainnya, tampak korban yang sudah dalam kondisi histeris sembari menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan dan rambut panjangnya. Seorang wanita berupaya menenangkan, namun korban terus histeris.

"Pergi, pergi, pergi, pergi," ujar korban yang histeris.

"Pergi, pergi, pergi," ujar korban yang semakin histeris sembari menjambak rambutnya sendiri.

Kondisi korban yang mulai tidak terkendali itu akhirnya membuat pihak keluarga tak kuasa menahan kesedihan. Namun mereka tetap berupaya membujuk korban.

"Jangan begitu kakak," ujar pria itu sembari menangis.

Kondisi yang semakin tak terkendali membuat sejumlah pihak keluarga turun tangan. Namun, korban bersikeras menolak ada orang yang mendekatinya.

"Iya, iya," ujar pihak keluarga.




(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads