Siswa SD yang diduga dicabuli oleh anggota TNI Sertu MB di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami depresi berat. Pihak keluarga menyebut kondisi psikologis korban kini sangat memprihatinkan.
Dalam video yang diterima detikcom, tampak korban enggan berinteraksi dengan orang-orang sekitar, termasuk pihak keluarga sendiri. Bocah malang itu hanya mengurung diri dengan menutupi wajahnya di sudut ruangan.
Seorang pria berupaya membujuk korban agar jalan-jalan keluar rumah, sementara seorang wanita menawari korban membeli boneka. Sayangnya, korban hanya berdiam diri di sudut ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita pergi di rumahnya Kakak Na**a saja, iya nak?" ujar seorang wanita membujuk korban.
Keluarga yang tidak mendapat respons dari korban tampak tidak menyerah. Mereka terus menenangkan korban.
"Ayo kita pergi pale sama Bapak," ujar pria tersebut.
"Tidak," ujar korban berteriak.
Pria yang menyadari bujukannya tidak berhasil akhirnya memberi ruang kepada korban untuk menyendiri. Dia pun meyakinkan wanita di dekatnya untuk melakukan tindakan serupa.
"Biar mi, kasi tenang saja dulu dia, dia tenang-tenang dulu, jangan mi dulu tanya dia," ujar pria itu.
Korban Menangis Histeris
Dalam video lainnya, tampak korban yang sudah dalam kondisi histeris sembari menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan dan rambut panjangnya. Seorang wanita berupaya menenangkan, namun korban terus histeris.
"Pergi, pergi, pergi, pergi," ujar korban yang histeris.
"Pergi, pergi, pergi," ujar korban yang semakin histeris sembari menjambak rambutnya sendiri.
Kondisi korban yang mulai tidak terkendali itu akhirnya membuat pihak keluarga tak kuasa menahan kesedihan. Namun mereka tetap berupaya membujuk korban.
"Jangan begitu kakak," ujar pria itu sembari menangis.
Kondisi yang semakin tak terkendali membuat sejumlah pihak keluarga turun tangan. Namun, korban bersikeras menolak ada orang yang mendekatinya.
"Iya, iya," ujar pihak keluarga.
Oknum TNI Pelaku Pencabulan Kabur dari Kodim Kendari
Sertu MB sejatinya sempat diamankan ke Kodim 1417/Kendari usai diduga mencabuli korban di rumahnya di Konawe Selatan, Selasa (14/4) lalu. Namun terduga pelaku kabur saat proses interogasi di Kodim Kendari.
Dandim 1417/Kendari Letkol Arm Danny AP Girsang pun menyampaikan permohonan maaf terkait kasus tersebut. Dia menyebut Sertu MB kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Kami memohon maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum ini dan kami berkomitmen tidak ada toleransi, akan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku," kata Danny kepada wartawan, Jumat (1/5).
"Sementara ini kami masih melacak keberadaannya. Surat DPO sudah kami keluarkan dan seluruh personel kami arahkan melakukan pencarian," ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kendari telah turun tangan memberikan pendampingan psikologis terhadap korban. DP3A juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga demi memaksimalkan pemulihan kondisi korban.
"Iya kami ada pendampingan untuk memastikan proses pemulihan berjalan serius, bertahap, dan menyesuaikan kondisi psikologis anak," kata Kepala DP3A Kendari, Fitriani Sinapoy kepada wartawan, Selasa (5/5).
"Kami dampingi juga keluarganya, karena peran mereka penting dalam proses pemulihan. Lingkungan yang aman dan suportif sangat dibutuhkan korban," jelasnya.
Fitriani lantas menekankan pemulihan kondisi korban tak semudah yang dibayangkan. Trauma yang dialami korban membutuhkan waktu pemulihan yang lama.
"Pemulihan trauma anak itu tidak instan. Bisa butuh waktu lama, jadi kami pastikan pendampingan ini berkelanjutan," bebernya.
(hmw/hmw)











































