Pria berinisial CA (30) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan asisten rumah tangga (ART) inisial SA di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Mirisnya, aksi bejat itu dilakukan CA terhadap SA di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan.
Peristiwa pencabulan terhadap SA terjadi di rumah pribadi bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, pada Selasa (12/5) sekitar pukul 20.50 Wita. Pencabulan bermula ketika SA baru tiba di rumah tempatnya bekerja itu dan langsung masuk ke kamar untuk mengganti pakaian.
Tak berselang lama, korban keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi. Saat itu, korban berpapasan dengan pelaku yang merupakan kerabat istri Irham Kalenggo ketika ingin membuang sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban SA saat itu tetap santai dan kembali masuk ke dalam kamar tanpa menutup pintu karena berencana pergi ke dapur. Namun rupanya pelaku ikut dan langsung masuk ke dalam kamar korban.
"Tersangka masuk ke dalam kamar dan duduk di samping korban di atas tempat tidur," ujar Welliwanto dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Pelaku pun mulai melancarkan niat jahatnya dengan modus bermain handphone di dalam kamar korban. Hingga akhirnya pelaku mulai basa-basi menanyakan soal pacar kepada korban namun tidak dijawab.
Korban sempat mencoba menghindar ketika pelaku mulai mengeluarkan ucapan yang tidak wajar dengan berdiri dari tempat tidur. Namun pelaku ikut berdiri dan langsung menutup pintu kamar korban.
"Tersangka menyampaikan 'kita pacaran saja' sehingga korban merasa ketakutan. Tersangka (lalu) mengatakan 'jangan takut saya tidak akan apa-apakan kamu, sini kita cerita-cerita'," tuturnya.
Pelaku kemudian mendekati korban yang ketakutan ketika kembali duduk di atas tempat tidur. Pelaku diduga langsung melakukan tindakan tidak senonoh kepada korban.
"Tersangka langsung melakukan dugaan pencabulan tersebut," sebutnya.
Korban sempat melakukan perlawanan dan berhasil keluar dari kamar meminta pertolongan. Pelaku yang panik kemudian ikut keluar dari kamar korban.
"Korban kemudian mendobrak pintu kamar sambil meminta pertolongan hingga membuat pelaku panik dan melarikan diri keluar kamar," pungkasnya.
