Asisten rumah tangga (ART) berinisial SA di rumah Bupati Konawe Selatan (Konsel) Irham Kalenggo di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga dicabuli. Polisi kini telah melakukan olah TKP untuk keperluan penyelidikan.
Dari gambar dilihat detikcom, Kamis (14/5) tampak sejumlah penyidik melakukan olah TKP di sebuah kamar yang diduga ditempati korban SA. Tampak juga SA hadir dalam proses olah TKP tersebut.
Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau membenarkan proses olah TKP tersebut. Proses olah TKP dilakukan polisi guna menyelidiki lebih jauh terkait insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memeriksa sejumlah titik di dalam rumah untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana perbuatan cabul tersebut," kata Welliwanto kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Proses olah TKP berlangsung di rumah yang terletak di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kendari, Kamis (14/5) dini hari. Dia mengatakan pihaknya juga mendampingi korban langsung untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit.
"Korban didampingi anggota melakukan visum di RS Bhayangkara," bebernya.
Ia mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas terduga pelaku pencabulan. Terduga pelaku diduga kuat merupakan pria berinisial CA yang merupakan kerabat dari pemilik rumah.
"Terlapor atau terduga pelaku berinisial CA. CA ini ada hubungan keluarga dengan istri bupati. Dia biasa datang ke rumah itu hanya untuk mampir, beristirahat, atau makan," ungkapnya.
Dia menambahkan korban SA diketahui baru beberapa hari bekerja sebagai ART di rumah Bupati Konsel. Sejak korban mulai bekerja di sana, CA disebut mulai sering bermalam di rumah tersebut.
"Setelah korban bekerja di situ, terlapor lebih sering datang ke rumah bupati dan kadang menginap. Kalau menginap, dia tidur di kamar pekerja laki-laki. Terlapor sendiri bekerja sebagai sekuriti, tetapi bukan di rumah itu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, korban SA diduga dicabuli oleh sekuriti berinisial CA. Polisi yang menerima laporan langsung menyelidiki dugaan pencabulan tersebut.
"Dalam penyelidikan, kami masih mengumpulkan alat bukti," kata Welliwanto.
