Pria Diduga Cabuli ART di Rumah Bupati Konawe Selatan di Kendari Ditangkap

Sulawesi Tenggara

Pria Diduga Cabuli ART di Rumah Bupati Konawe Selatan di Kendari Ditangkap

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Sabtu, 16 Mei 2026 11:10 WIB
Polisi olah TKP kasus pencabulan di rumah Bupati Konawe Selatan yang berada di Kendari.
Foto: Polisi olah TKP kasus pencabulan di rumah Bupati Konawe Selatan yang berada di Kendari. (dok. istimewa)
Kendari -

Polisi menangkap pria berinisial CA (30) yang diduga mencabuli asisten rumah tangga (ART) berinisial SA di rumah Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Terduga pelaku kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

"Iya benar pelaku sudah ditangkap," ujar Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Namun, Welliwanto belum memberikan keterangan terkait lokasi dan waktu CA diamankan. Dia mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus dugaan kekerasan seksual itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Kendari guna mendalami kasus dugaan pencabulan tersebut," bebernya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain Welliwanto mengatakan peristiwa dugaan pecabulan itu terjadi di rumah bupati Konsel pada Selasa (12/5) sekitar pukul 20.50 Wita. Saat itu, korban hendak mengganti pakaian di kamarnya.

"Kejadiannya saat korban masuk ke dalam kamar. Pelaku ternyata juga masuk ke dalam kamar korban, dugaan pencabulan pun terjadi," terangnya.

Dia menuturkan korban sempat melakukan perlawanan dan berhasil keluar dari kamar meminta pertolongan. Pelaku yang panik juga keluar dari kamar korban.

"Korban kemudian mendobrak pintu kamar sambil meminta pertolongan hingga membuat pelaku panik dan melarikan diri keluar kamar," pungkasnya.

Diketahui, korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Kendari, Rabu (13/5) malam. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah yang terletak di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kendari, Kamis (14/5) dini hari.

"Dalam penyelidikan, kami masih mengumpulkan alat bukti," kata AKP Welliwanto Malau kepada wartawan, Kamis (14/5).



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads