Hogers Indonesia Minta Maaf Anggotanya Tabrak Bocah hingga Tewas di Torut

Hogers Indonesia Minta Maaf Anggotanya Tabrak Bocah hingga Tewas di Torut

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 05 Mei 2026 19:47 WIB
Director Hogers Indonesia, Yudi Djadja, mengikuti prosesi pemakaman Almarhum ananda J di Nanggala, Toraja Utara.
Foto: Director Hogers Indonesia, Yudi Djadja, mengikuti prosesi pemakaman Almarhum ananda J di Nanggala, Toraja Utara. (Dok. Istimewa)
Toraja Utara -

Komunitas pemilik motor besar (moge) Harley-Davidson Hogers Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas insiden bocah berinisial J (10) yang tewas tertabrak di Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel). Hogers Indonesia juga menyatakan turut berduka cita kepada keluarga korban atas musibah ini.

"Mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota Hogers Indonesia, dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan yang teramat dalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan berpulangnya ananda J," kata Director Hogers Indonesia Yudi Djadja dalam rilisnya, Selasa (5/5/2026).

Dengan penyesalan mendalam dan komitmen tanggung jawab sejak awal, Sdr. RR dari Hogers Indonesia kooperatif menjalani pemeriksaan di Polres Toraja Utara. Proses transparan ini turut disaksikan langsung oleh orang tua Almarhum ananda J dan tokoh masyarakat.Dengan penyesalan mendalam dan komitmen tanggung jawab sejak awal, Sdr. RR dari Hogers Indonesia kooperatif menjalani pemeriksaan di Polres Toraja Utara. Proses transparan ini turut disaksikan langsung oleh orang tua Almarhum ananda J dan tokoh masyarakat. Foto: (Dok. Istimewa)

Yudi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas insiden ini. Terutama kepada kedua orang tua korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara khusus, dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua dan keluarga besar Almarhum ananda J. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada kata-kata, materi, maupun tindakan apa pun yang mampu mengobati luka dan menggantikan kehilangan yang teramat berat ini," katanya.

Tak hanya itu, Yudi juga menyampaikan Hogers Indonesia akan bertanggung jawab secara sosial dan adat yang berlaku di Toraja Utara. Dia mengaku mendukung penuh proses hukum terhadap anggota komunitas yang menabrak korban, menjunjung tinggi kearifan Adat Toraja dan akan melakukan evaluasi internal organisasi.

ADVERTISEMENT

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan anggota kami memenuhi seluruh kewajiban moral dan kooperatif dengan aparat berwenang. Bersamaan dengan itu, organisasi juga tengah menjalankan proses evaluasi internal terkait peristiwa ini, dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku di organisasi kami," paparnya.

Diketahui, insiden tragis itu terjadi saat korban menyaksikan iring-iringan moge di Toraja Utara. Bocah J tewas usai ditabrak salah satu pengemudi moge yang sedang freestyle.

Kecelakaan maut itu terjadi di Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kamis (30/4) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, korban berdiri di pinggir jalan menyaksikan iring-iringan moge yang melintas di sekitar lokasi.

"Menurut keterangan warga setempat, (moge) sedang dalam kecepatan tinggi kemudian lepas dari setir," ujar Kasat Lantas Polres Toraja Utara Iptu Muhammad Nasrum Sujana dalam keterangannya, Jumat (1/5).

Belakangan, pelaku yakni pengemudi moge inisial RR (42) telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, RR telah ditahan di ruang tahanan Polres Toraja Utara.

RR dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun.




(ata/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads