Pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga ikut menemui Supriadi, mantan Kepala Syahbandar Kolaka yang kini berstatus narapidana korupsi di sebuah coffee shop. Oknum pejabat itu telah dimintai klarifikasi dan diberi teguran lisan.
"Ya mungkin (ada pejabat). Tapi saya tidak tahu apa kegiatan mereka di sana," kata Kepala KSOP Kendari Capt Rahman kepada detikcom, Jumat (17/4/2026).
Rahman mengaku telah memanggil sejumlah anggotanya yang diduga ikut dalam pertemuan itu, termasuk pegawai yang terlihat dalam video bersama Supriadi. Namun Rahman enggan menyebut secara spesifik pejabat yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah minta konfirmasi ke mereka-mereka itu (pegawai KSOP yang hadir), katanya secara kebetulan bertemu Pak Supriadi," ujarnya.
"Yang jelas itu sudah saya kasih teguran lisan ke mereka semua, bahwa hati-hati jangan di tempat yang salah," lanjutnya.
Saat dikonfirmasi terkait sanksi, Rahman hanya memberikan arahan agar tidak keluar kantor ketika jam istirahat.
"Sanksinya ya mungkin selama ini bisa keluar ke rumahnya, tapi sekarang jangan. Tetap di kantor saja," bebernya.
Rahman menambahkan pihaknya juga sudah memberikan klarifikasi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dia membenarkan bahwa anak buahnya bertemu dengan Supriadi di coffee shop.
"Dari kementerian (Kemenhub) hanya menanyakan saja ke saya bagaimana ada di sana, saya sampaikan betul dari KSOP Kendari yang ada di situ," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Rahman membenarkan bahwa salah satu petugasnya bertemu dengan Supriadi setelah menunaikan salat di masjid yang sama. Namun dia berdalih pertemuan itu tidak direncanakan.
"Iya benar yang bersangkutan petugas Syahbandar Kendari, tapi pertemuan itu tidak terencana, mereka bertemu di masjid," kata Rahman kepada detikcom, Selasa (14/4).
Dari video dilihat detikcom, Supriadi berjalan dari masjid menuju coffee shop di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Selasa (14/4) siang. Dia didampingi seorang petugas Syahbandar.
Tampak, Supriadi menggunakan peci putih dan petugas Syahbandar mengenakan pakaian resmi. Keduanya terlihat berbincang santai saat keluar dari masjid setelah menunaikan salat zuhur.
Supriadi sempat melambat dan menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan. Hal itu dilakukan diduga karena sadar dirinya direkam oleh warga di sekitar lokasi.
"Setelah salat Zuhur dia mau kembali ke coffee shop. Infonya sekitar pukul 10.00 Wita dia sudah di situ (ngopi)," kata warga yang enggan disebut namanya kepada detikcom, Selasa (14/4).
(hsr/asm)











































