Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari menjadi sorotan setelah salah satu petugasnya diduga mendampingi Supriadi, mantan Kepala Syahbandar Kolaka yang kini berstatus narapidana korupsi di sebuah coffee shop. Pihak KSOP berdalih pertemuan itu terjadi secara tidak sengaja.
Supriadi diketahui berjalan dari masjid menuju coffee shop di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Selasa (14/4) siang. Saat itu, dia didampingi seorang petugas Syahbandar.
Padahal, Supriadi saat ini berstatus tahanan di Rutan Kelas II A Kendari. Warga yang menyadari keberadaan Supriadi lantas merekam momen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video beredar, tampak Supriadi mengenakan peci putih, sementara petugas Syahbandar yang tidak disebutkan namanya itu mengenakan pakaian resmi. Keduanya terlihat berbincang santai saat keluar dari masjid setelah menunaikan salat zuhur.
Supriadi sempat melambat dan menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan. Hal itu dilakukan diduga karena sadar dirinya direkam oleh warga di sekitar lokasi.
"Setelah salat Zuhur dia mau kembali ke coffee shop. Infonya sekitar pukul 10.00 Wita dia sudah di situ (ngopi)," kata warga yang enggan disebut namanya kepada detikcom, Selasa (14/4).
Berikut video penampakan Mantan Kepala Syahbandar Kolaka, Supriadi yang tertangkap kamera berada di sebuah coffee shop di tengah masa hukuman:
View this post on Instagram
KSOP: Pertemuan Itu Tidak Direncanakan
Kepala KSOP Kendari Capt Rahman yang menanggapi video viral tersebut membantah pihaknya memberikan pengawalan kepada Supriadi. Dia menyebut Supriadi dan petugas Syahbandar bertemu di masjid.
"Iya benar yang bersangkutan petugas Syahbandar Kendari, tapi pertemuan itu tidak terencana, mereka bertemu di masjid," kata Capt Rahman kepada detikcom, Selasa (14/4).
Rahman mengatakan anggotanya bertemu dengan Supriadi setelah menunaikan salat di masjid yang sama. Menurut dia, Supriadi dan anggotanya itu memang akrab sehingga saling sapa.
"Mereka bertemu di masjid setelah salat. Hanya karena saling kenal dan akrab jadi dia ada di situ, saling sapa," bebernya.
"Itu benar-benar hanya pertemuan yang tidak disengaja. Bukan pengawalan, karena kami bukan aparat hukum. Sudah saya klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan," ujar dia.
Rutan Kendari Ikut Beri Klarifikasi
Plh Kepala Rutan Kelas IIA Kendari La Ode Mustakim mengatakan Supriadi memang mendapatkan izin resmi untuk mengikuti sidang PK di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Selasa (14/4) sekitar pukul 09.00 Wita. Supriadi keluar rutan dengan pengawalan petugas.
"Sebelum pukul 09.00 Wita Supriadi berangkat dari Rutan dengan pengawalan petugas dan izin resmi," kata Mustakim kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
Ia mengatakan sidang PK yang dijalani Supriadi selesai menjelang siang. Setelah sidang rampung, Mustakim mengklaim bahwa Supriadi langsung diarahkan kembali ke rutan oleh petugas.
"Sekitar pukul 11.00 Wita sidang PK-nya itu selesai dan mau kembali ke Rutan Kendari," ujaranya.
Namun dalam perjalanan kembali ke rutan, Supriadi bersama petugas singgah untuk menunaikan salat dan makan siang. Momen itulah yang kemudian terekam dan viral hingga memperlihatkan Supriadi berada di coffee shop.
"Jadi mereka itu singgah salat dan makan dulu sebelum kembali ke rutan. Nah di situ teman-teman wartawan mengambil gambarnya sampai masuk ke coffee shop," bebernya.
Mustakim menegaskan bahwa keluarnya Supriadi dari rutan bukan untuk berkeliaran bebas. Namun, yang menjadi sorotan saat ini adalah proses kepulangannya setelah sidang.
"Tetapi pada dasarnya keluarnya yang bersangkutan itu bukan untuk berkeliaran. Yang kemudian menimbulkan masalah ini ya proses pulang setelah sidang itu," ujar dia.
Kendati demikian, pihak rutan kini masih mendalami dugaan aktivitas Supriadi saat berada di coffee shop tersebut. Termasuk informasi yang menyebut Supriadi sempat melakukan pertemuan dengan pihak tertentu.
"Jadi saat ini prosesnya kami sedang terus melakukan pemeriksaan terhadap pegawai yang mengawal," ujar dia.
