Mahasiswi inisial AR diduga menjadi korban pelecehan pendiri yayasan di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial AA. Korban langsung mengajukan pengunduran diri sebagai mahasiswi setelah aksi pelecehan yang dialaminya.
"Korban ini sudah mengundurkan diri dari kampusnya per tanggal 14 April kemarin," kata kuasa hukum korban, Muswanto Utama kepada detikcom, Jumat (17/4/2026).
Muswanto mengungkapkan keputusan itu diambil korban setelah mengalami pelecehan oleh oknum pendiri yayasan kampus. Kondisi tersebut disebut berdampak besar terhadap psikologis korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia kasihan ini penerima bantuan beasiswa, karena sudah ada kejadian seperti ini (diduga dilecehkan) makanya dia pilih mengundurkan diri saja," ujarnya.
Ia menjelaskan korban secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dengan menyertakan alasan terkait dugaan pelecehan yang dialaminya. Keputusan itu diambil sebagai langkah untuk menghindari tekanan yang dirasakan korban.
"Saat ini korban sudah kami amankan di Kendari agar dia tetap aman dan tidak terintimidasi," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan adanya dugaan upaya pendekatan kepada keluarga korban oleh pihak tertentu. Hal itu membuat korban merasa takut dan memilih menjauh dari lingkungan kampus.
"Karena keluarganya sudah didatangi oleh pihak mereka. Jadi anak ini takut," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, AA diduga melecehkan mahasiswi di area masjid kampus. Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Iya, benar ada laporannya masuk, yang dilaporkan pendiri yayasan," kata Kanit PPA Polresta Kendari Aiptu Rais Patanra kepada detikcom, Kamis (16/4) malam.
Rais mengungkapkan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Unit PPA Polresta Kendari. Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan pelapor.
