Sejumlah paket kokain ditemukan terdampar di pesisir pantai Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejauh ini, total sudah 31,23 kilogram (kg) kokain yang ditemukan secara bertahap dari akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026.
Barang bukti kokain yang ditemukan itu awalnya diamankan di Polres Selayar dan Kodim 1415/Selayar. Sebanyak 25 kg telah diserahkan ke Polda Sulsel dan dimusnahkan, sementara 5,793 kg yang baru ditemukan masih berada di Mapolres Selayar.
"Pertemuan pertama itu langsung ditemukan oleh nelayan kemudian menghubungi Polres. Itu sudah dikirim barangnya ke Labfor dan sudah positif kokain," ujar Kasubsie Humas Polres Selayar Aipda Suardi Andre saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Sabtu (14/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum detikSulsel, Rabu (18/3/2026), berikut 5 hal diketahui terkait rentetan temuan paket kokain di Selayar:
1. Paket Berlogo Stone-Bugatti
Penemuan pertama terjadi di Pantai Barat Dusun Tile-tile Selatan, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Sabtu (28/2) sekitar pukul 00.00 Wita. Nelayan awalnya mencurigai 2 bungkusan yang terdampar di pesisir pantai saat mencari barang hanyut.
Paket tersebut terdiri dari satu bungkusan plastik hitam bertuliskan 'Stone' dengan berat sekitar 690 gram dan 1 bungkusan plastik putih dililit lakban dengan berat 1 kg. Temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi.
"Setelah diamankan, dilakukan pemeriksaan sampel awal menggunakan alat rapid test narkotika dan hasilnya menunjukkan adanya kandungan zat COC atau kokain," ujar Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan dalam keterangannya, Sabtu (14/3).
Penemuan berikutnya terjadi di Pantai Barat Dusun Bansiang, Desa Mekar Indah, Kecamatan Buki, Minggu (8/3) sekitar pukul 18.30 Wita. Saat itu nelayan menemukan sebuah karung yang terapung tidak jauh dari pantai.
Di dalam karung tersebut terdapat 7 pasang sepatu serta 4 bungkusan plastik hitam bertuliskan 'Bugatti' yang diduga berisi kokain seberat sekitar 3 kg. Barang tersebut ditemukan dalam kondisi menyerupai bubuk putih yang sebagian telah mencair.
"Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat dan pada keesokan harinya Satresnarkoba Polres Kepulauan Selayar langsung mendatangi lokasi serta mengamankan barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.
2. Kodim Selayar Amankan 20 Kg Kokain
Selang beberapa hari, Kodim Selayar menyerahkan paket diduga kokain kepada Polres Selayar pada Jumat (13/3). Temuan warga di pesisir pantai itu berupa 14 paket bungkusan putih terlakban seberat 14 kg dan 6 bungkusan plastik putih dalam kondisi terkoyak seberat 5 kg.
Didid menegaskan, seluruh barang bukti yang ditemukan sebagian sampelnya telah dikirim ke laboratorium forensik. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan isi paketan positif mengandung narkotika golongan I jenis kokain.
"Total barang yang ditemukan dari beberapa kejadian tersebut mencapai 25 paket dengan berat bruto sekitar 25,44 kilogram yang seluruhnya diduga merupakan narkotika golongan I jenis kokain," ungkap Didid.
3. Polda Sulsel Musnahkan 25 Kg Kokain
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel kemudian melakukan uji forensik terhadap 25 kg kokain tersebut di lobi utama Mapolda Sulsel, Senin (16/3) pukul 16.35 Wita. Hasilnya, semua barang bukti yang ditemukan positif kokain.
Setelah pengetesan, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko menyerahkan barang bukti itu ke Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro. Selanjutnya barang bukti tersebut dimusnahkan menggunakan Mobil Incinerator milik BNN.
"Hari ini merupakan bukti nyata bahwa sinergitas TNI, Polri dan seluruh stakeholder yang ada di Sulawesi Selatan bukan sekadar slogan. Penyerahan barang bukti kokain hasil temuan di wilayah Kepulauan Selayar kepada Polres Selayar yang hari ini ditindaklanjuti secara resmi menunjukkan koordinasi yang sangat solid di lapangan," kata Irjen Djuhandhani.
Dia menegaskan Direktorat Reserse Narkoba bersama Laboratorium Forensik Polri akan melakukan pengujian dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap asal usul barang tersebut. Termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan internasional yang memanfaatkan jalur laut.
"Kami tidak akan memberikan peluang sedikit pun kepada peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Selatan. Pengawasan di wilayah pesisir akan terus kami perketat bersama rekan-rekan TNI dan unsur pemerintah daerah," tegasnya.
4. Paket Surupan Ditemukan di Filipina
Djuhandhani menduga temuan barang bukti narkotika jenis kokain di Selayar berasal dari Filipina. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal usul narkoba tersebut.
"Memang sementara dari hasil yang kita dapatkan di TKP, ini ada beberapa hal yang tentu saja proses penyelidikan kita lebih lanjut," katanya.
Dia menegaskan penyelidik masih menelusuri kemungkinan barang tersebut sengaja diselundupkan ke wilayah Indonesia atau merupakan barang yang hanyut di laut setelah hilang dari pihak tertentu. Apalagi di lokasi temuan pernah ditemukan sepatu dengan label Made in Colombia.
"Kemudian dihubungkan dari TKP ini, pernah juga di TKP ditemukan sepatu dengan label Made in Colombia," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengaitkan temuan tersebut dengan laporan penemuan barang serupa di Filipina pada Oktober 2025. Paket tersebut memiliki kemasan identik meski temuan di Selayar lebih banyak.
"Kemudian dihubungkan dengan TKP yang pernah didapatkan di bulan Oktober 2025, kami juga membaca berita di Filipina, didapatkan barang yang identik, identik bungkusannya yang sama dengan ini yang kita dapatkan," jelasnya.
Dugaan barang bukti narkoba dari Filipina ini juga dikuatkan dengan kondisi paket yang sudah ditumbuhi rumput laut. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa paket kokain tersebut sudah cukup lama terapung di laut sebelum akhirnya terdampar.
"Kemudian kalau kita lihat dari TKP, barang-barang ini didapatkan memang sudah sudah diselimuti oleh rumput laut. Jadi ini ada kemungkinan ini sudah lama, sudah lama terapung dan baru terdampar," jelasnya.
5. 5,7 Kg Kokain Dimusnahkan Usai Lebaran
Setelah penyerahan barang bukti kokain seberat 25 kg ke Polda Sulsel, warga kembali menemukan paket serupa. Penemuan pertama seberat 1 kg di pesisir pantai barat Lingkungan Bontocinde, Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomatene, Jumat (13/3) malam.
Selanjutnya pada Minggu (15/3), dua paket ditemukan dengan berat 953,8 gram dan 1 kg. Dua paket itu ditemukan di pantai barat Dusun Tile-tile Selatan, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu dan pantai barat Dusun Boneria, Desa Barat Lambongan, Kecamatan Bontomatene.
Kemudian pada Senin (16/3), paket serupa dengan berat 1,158 kg ditemukan di pesisir pantai Barat Dusun Bansiang, Desa Mekar Indah, Kecamatan Buki, Senin (16/3) pagi. Empat paket itu menambah daftar temuan kokain di pesisir Selayar menjadi total sekitar 31,23 kg.
Saat ini terdapat paket susulan seberat 5,793 kg yang masih diamankan di Mapolres Selayar. Pihak kepolisian telah menyusun agenda pemusnahan tersendiri untuk sisa barang bukti tersebut dalam waktu dekat.
"Rencana dimusnahkan pasca Lebaran. Perintah Kapolda, nanti dimusnahkan di sini saja. Cuma sengaja nanti habis Lebaran. Menunggu kemungkinan ada tambahan karena masih terus dilakukan pencarian," ungkap Kasi Humas Polres Selayar Aipda Suardi Alimuddin.
Simak Video "Video: Modus Penyelundupan 10 Ton Kokain Ditimbun Muatan Garam di Spanyol"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)











































