25 Kg Kokain Terdampar-Ditemukan di Pantai Selayar Diduga dari Filipina

25 Kg Kokain Terdampar-Ditemukan di Pantai Selayar Diduga dari Filipina

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 16 Mar 2026 19:47 WIB
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan uji forensik terhadap 25 kilogram (kg) kokain yang ditemukan terdampar di bibir pantai Kepulauan Selayar.
Tim Labfor Polda Sulsel uji forensik terhadap 25 kilogram kokain ditemukn di Selayar. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menduga temuan barang bukti narkotika jenis kokain di Selayar berasal dari Filipina. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal usul narkoba tersebut.

"Memang sementara dari hasil yang kita dapatkan di TKP, ini ada beberapa hal yang tentu saja proses penyelidikan kita lebih lanjut," ujar Djuhandhani saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, penyelidik masih menelusuri kemungkinan apakah barang tersebut sengaja diselundupkan ke wilayah Indonesia atau merupakan barang yang hanyut di laut setelah hilang dari pihak tertentu. Apalagi di lokasi temuan pernah ditemukan sepatu dengan label Made in Colombia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian dihubungkan dari TKP ini, pernah juga di TKP ditemukan sepatu dengan label Made in Colombia," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaitkan temuan tersebut dengan laporan penemuan barang serupa di Filipina pada Oktober 2025 yang memiliki kemasan identik. Yakni memiliki bungkusan yang sama meski temuan di Selayar ini lebih banyak yakni mencapai 25 kg.

ADVERTISEMENT

"Kemudian dihubungkan dengan TKP yang pernah didapatkan di bulan Oktober 2025, kami juga membaca berita di Filipina, didapatkan barang yang identik, identik bungkusannya yang sama dengan ini yang kita dapatkan," jelasnya.

Dugaan barang bukti narkoba dari Filipina ini juga dikuatkan dengan kondisi paket yang sudah ditumbuhi rumput laut. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa paket kokain tersebut sudah cukup lama terapung di laut sebelum akhirnya terdampar.

"Kemudian kalau kita lihat dari TKP, barang-barang ini didapatkan memang sudah sudah diselimuti oleh rumput laut. Jadi ini ada kemungkinan ini sudah lama, sudah lama terapung dan baru terdampar," jelasnya.

Bahkan, sejumlah paket sudah mengalami kerusakan. Pihaknya berharap seluruh barang bukti segera bisa ditemukan jika masih ada agar tidak beredar di masyarakat.

"Kemudian dari proses-proses yang kita dapatkan memang sudah ada bagian yang sudah rusak dan saat ini kita masih juga mencari yang lainnya karena sampai dengan hari ini masih didapatkan lagi barang bukti ini oleh Polres dan Kodim Selayar," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat TNI atau Polri terdekat jika menemukan benda serupa. Langkah itu penting agar barang berbahaya tersebut tidak beredar di tengah masyarakat.

"Jadi kita terus akan melaksanakan penelitian sehingga barang ini tidak beredar di masyarakat. Dan ini kita harapkan bantuan seluruh masyarakat untuk mana kala mendapatkan barang tersebut, mohon untuk diserahkan baik itu kepada polisi yang terdekat atau kantor TNI terdekat untuk ditindaklanjuti oleh kami," pungkas Djuhandhani.

Diketahui, penemuan pertama terjadi di Pantai Barat Dusun Tile-tile Selatan, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Sabtu (28/2) sekitar pukul 00.00 Wita. Nelayan awalnya mencurigai 2 bungkusan yang terdampar di pesisir pantai saat mencari barang hanyut.

Paket tersebut terdiri dari satu bungkusan plastik hitam bertuliskan 'Stone' dengan berat sekitar 690 gram dan 1 bungkusan plastik putih dililit lakban dengan berat 1 kg. Temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Penemuan berikutnya terjadi di Pantai Barat Dusun Bansiang, Desa Mekar Indah, Kecamatan Buki, Minggu (8/3) sekitar pukul 18.30 Wita. Saat itu nelayan menemukan sebuah karung yang terapung tidak jauh dari pantai.

Di dalam karung tersebut terdapat 7 pasang sepatu serta 4 bungkusan plastik hitam bertuliskan 'Bugatti' yang diduga berisi kokain seberat sekitar 3 kg. Barang tersebut ditemukan dalam kondisi menyerupai bubuk putih yang sebagian telah mencair.

Selang beberapa hari, Kodim Selayar menyerahkan paket diduga kokain kepada Polres Selayar pada Jumat (13/3). Temuan warga di pesisir pantai itu berupa 14 paket bungkusan putih terlakban seberat 14 kg dan 6 bungkusan plastik putih dalam kondisi terkoyak seberat 5 kg.

Warga bernama Nuka juga menemukan satu paket diduga kokain di pesisir pantai barat Lingkungan Bontocinde, Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomatene, Jumat (13/3) malam. Paket yang ditemukan Nuka memiliki berat 1 kg.

Sementara pada Minggu (15/3), giliran warga bernama Abdul Aziz yang menemukan paket diduga kokain dengan berat sekitar 27,44 kg. Paket itu ditemukan di pesisir pantai barat Dusun Boneria, Desa Barat Lambongan, Kecamatan Bontomatene.

Terbaru, warga bernama Irwan di pesisir Pantai Barat Dusun Bansiang, Desa Mekar Indah, Kecamatan Buki, Senin (16/3) pagi. Saksi saat itu sedang menyusuri area bibir pantai untuk mencari tulang sotong dan sejumlah barang hanyut.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads