Jenazah Pekerja Toraja Korban Penembakan di Yahukimo Diterbangkan ke Makassar

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Rabu, 04 Feb 2026 09:05 WIB
Foto: Jenazah pria bernama Daniel Datti akan dipulangkan ke kampung halamannya di Tana Toraja. (dok. istimewa)
Tana Toraja -

Jenazah pria bernama Daniel Datti (41), korban penembakan orang tidak dikenal (OTK) di SMP YPK Yakpesmi, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jenazah pekerja itu akan diterbangkan dari Jayapura ke Makassar hari ini.

"Kalau tidak ada halangan, besok (hari ini) jam 09.00 diberangkatkan dari Jayapura, tiba hari Kamis," ujar Kepala Desa Marinding, Devi Taba Bangapadang kepada detikSulsel, Selasa (3/2/2026).

Korban merupakan warga Desa Marinding, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja yang merantau ke Papua. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan pada Jumat (6/2).

"Rencana keluarga tadi sempat kami ngobrol, hari Jumat dikubur," kata Devi.

Sebelum diterbangkan ke Makassar, jenazah Daniel diibadahkan di rumah salah satu keluarganya di perumahan SMK 1 Dekai. Jasad korban selanjutnya dibawa ke Jayapura.

"Tadi sudah tiba di rumah duka dan diibadahkan dulu di sana (Yahukimo). Karena sudah tidak ada pesawat tadi jadi mungkin bermalam di Jayapura dulu karena ada kakaknya di sana," ujarnya.

Aparat kepolisian turun ke SMP YPK Yapeksmi Yahukimo pascapenembakan. (dok. Istimewa)

Kronologi Daniel Ditembak OTK

Pembunuhan itu terjadi di lingkungan SMP YPK Yakpesmi, Jalan Seradala Km 3, Distrik Dekai, Yahukimo, Senin (2/2) sekitar pukul 09.00 WIT. Saat itu, korban tengah membuat perlengkapan sekolah seperti meja dan kursi.

"Korban diketahui bernama Daniel Datti, kelahiran Makale, Tana Toraja Toraja, yang saat kejadian tengah bekerja membuat perlengkapan meja dan kursi sekolah," kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Senin (2/2).

Pelaku kemudian melepaskan tembakan dari arah belakang sekolah. Korban sempat berupaya menyelamatkan diri menuju ruangan guru begitu mendengar suara tembakan.

"Namun dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata. Satu membawa senjata rakitan panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya merekam menggunakan telepon genggam," terang Faizal.




(hsr/asm)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB