Pekerja Asal Tana Toraja Tewas Ditembak 3 OTK di SMP Yakpesmi Yahukimo

Papua Pegunungan

Pekerja Asal Tana Toraja Tewas Ditembak 3 OTK di SMP Yakpesmi Yahukimo

Paulus Pulo - detikSulsel
Senin, 02 Feb 2026 18:23 WIB
Aparat kepolisian turun ke SMP YPK Yapeksmi Yahukimo pascapenembakan.
Foto: Aparat kepolisian turun ke SMP YPK Yapeksmi Yahukimo pascapenembakan. (dok. Istimewa)
Yahukimo -

Pria bernama Daniel Datti (41) tewas ditembak 3 orang tidak dikenal (OTK) di SMP YPK Yakpesmi, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Korban diserang saat sedang bekerja membuat perlengkapan meja dan kursi sekolah.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala, punggung, dan kedua lutut," kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi di lingkungan SMP YPK Yakpesmi, Jalan Seradala Km 3, Distrik Dekai, Yahukimo, Senin (2/2) sekitar pukul 09.00 WIT. Korban merupakan pekerja bangunan asal Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insiden tersebut juga disertai perusakan kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi serta kerusakan kaca belakang sebuah mobil berwarna merah akibat lemparan batu," paparnya.

Faizal menjelaskan, kejadian bermula dari suara tembakan yang terdengar dari arah belakang sekolah. Korban sempat berupaya menyelamatkan diri menuju ruangan guru.

ADVERTISEMENT

"Namun dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata. Satu membawa senjata rakitan panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya merekam menggunakan telepon genggam," ucap Faizal.

Aksi penyerangan terjadi di dalam ruangan guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah. Polisi yang telah turun ke lokasi mengevakuasi jenazah korban dan memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

"Jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum oleh tim medis. Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian dan dari pihak rumah sakit, termasuk serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga proyektil," jelasnya.

Faizal menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut. Pihaknya berduka atas meninggalnya korban di sekolah.

"Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga," ujar Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga memastikan pelaku penyerangan dalam pengejaran. Pihaknya juga menjalin koordinasi dengan pihak sekolah serta tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

"Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku," jelasnya.



(sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads