Polisi masih menyelidiki dugaan pelecehan terhadap mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima), Sulawesi Utara (Sulut), berinisial EMM yang nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi. Sebanyak 13 saksi diperiksa polisi.
"Terkait laporan orang tua korban bahwa adanya kekerasan seksual, pelecehan dan dugaan pembunuhan, maka kami sudah lakukan penyelidikan, dimana kami sudah memeriksa 13 orang saksi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut Kombes Suryadi pada konferensi pers di Mapolda Sulut, Senin (12/1/2026).
Para saksi yang dimaksud diantaranya orang tua korban, teman korban, penjaga kos, Satgas PPKT Unima, BEM Unima, security dan dokter ahli. Polisi juga memeriksa oknum dosen berinisial DM yang diduga melecehkan korban.
"Terhadap terlapor tindakan kekerasan seksual atas nama DM juga kami sudah lakukan klarifikasi," katanya.
Suryadi menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis menunjukkan tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Kesimpulan sementara, korban murni mengakhiri hidupnya dengan ciri-ciri orang gantung diri.
"Gantung diri berdasarkan ciri-ciri gantung diri itu adalah ciri-ciri dari gantung diri yang dialami oleh di tubuh korban yang kita dapatkan dan hasil dari visum baik visum luar maupun autopsi," jelasnya.
Dia mengungkapkan korban mengalami depresi akibat persoalan keluarga, masalah dengan pacar hingga kehidupan kampus. Akumulasi dari persoalan tersebut yang membuat korban nekat bunuh diri.
"Kemungkinan gantung diri ini dilakukan karena korban ini depresi atas beberapa kejadian atau masalah yang dialaminya baik dari masalah keluarga, kemudian masalah dengan pacarnya dan masalah di kampus," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, Mahasiswi Unima berinisial EMM meninggalkan surat sebelum tewas gantung diri di kosnya. Selain berisi laporan dugaan pelecehan, polisi juga menemukan sejumlah dokumen penting berupa tulisan tangan yang diduga dibuat oleh korban.
"Pertama tertulis pada 16 Desember 2024, yaitu surat yang ditujukan kepada Dekan Unima terkait kejadian pelecehan seksual yang terjadi pada tanggal 12 Desember 2024 yang dialami AE," kata Kombes Suryadi, Senin (12/1).
Simak Video "Video Top 5: iPhone 18 Pro Resmi Rilis hingga Kasus Bunuh Diri Naik Tiap Tahun"
(ata/ata)