Dua jenazah korban penembakan oknum Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) telah diserahkan ke keluarganya di Desa Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Tangis keluarga pun pecah saat menyambut kedatangan jenazah.
Dua korban penembakan maut tersebut masing-masing bernama Maco (40) dan Putra (17). Kedua korban diketahui berstatus paman dan keponakan.
"Keluarga dan masyarakat (yang histeris), namanya kedukaan," kata Kepala Desa Cempedak Sapirudin kepada detikcom, Selasa (28/11/2023).
Sapirudin mengatakan korban Maco meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Sementara korban Putra berstatus bujang.
"Istri dan tiga anak. Kalau yang satu masih bujang, atas nama Putra. Kalau Putra ini masih umur 17 tahun, masih di bawah umur," kata Sapirudin.
Diketahui, keluarga awalnya menerima kedatangan jenazah Maco di Desa Cempedak pada Minggu (26/11) malam. Sementara jenazah Putra tiba di rumah duka pada Senin (27/11) malam.
Dalam rekaman video beredar, tampak jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan perahu. Warga dan keluarga yang menunggu di pinggir laut terlihat histeris.
Warga ramai-ramai menyalakan lampu senter mengingat jenazah tiba pada malam hari. Seorang wanita bahkan terlihat meraung-raung saat jenazah korban tiba.
Sejumlah pria yang berdiri di dekatnya lantas berusaha untuk menenangkannya. Kendati demikian, wanita yang mengenakan baju kaos tersebut kian histeris.
"Lailahaillallah, Lailahaillallah. Sakit sekali bah," teriak wanita itu.
Simak di halaman berikutnya: Kronologi Versi Polda Sultra Soal Oknum Ditpolairud Tembak 4 Warga Berujung 2 Tewas...
Simak Video "Video KPK soal OTT di Sultra-Jakarta: Ada Swasta-Penyelenggara Negara"
(hmw/hmw)