Kompolnas Minta Brigadir A Dipidana gegara Ancam Pistol ke Santri di Ponpes

Berita Nasional

Kompolnas Minta Brigadir A Dipidana gegara Ancam Pistol ke Santri di Ponpes

Tim detikNews - detikSulsel
Senin, 28 Nov 2022 10:11 WIB
Oknum Polisi Brigadir A mengamuk dan mengancam santri Polpes Alzuhri, Kabupaten Gowa dengan senjata api.
Foto: Polisi ancam santri di Ponpes Gowa, Sulsel. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kompolnas ikut menyoroti ulah oknum Polrestabes Makassar Brigadir A mengamuk dan mengancam santri di pondok pesantren (ponpes) Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi koboi Brigadir A itu termasuk kategori pelanggaran berat kode etik profesi Polri dan dapat diproses pidana.

"Tindakan pelaku masuk kategori pelanggaran berat kode etik profesi Polri," kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, dikutip dari detikNews, Senin (28/11/2022).

Poengki pun mendesak agar Polri mengecek Surat Izin Membawa dan Menggunakan Senjata Api (SIMSA) anggota Polri. Menurutnya, Brigadir A tidak layak memegang senjata api.


"Kuat dugaan bahwa pelaku secara emosional tidak layak menggunakan senjata api. Kompolnas mendorong laporan pidana yang dilimpahkan ke Polrestabes Makassar dapat diproses secara profesional berdasarkan scientific crime investigation," paparnya.

Kompolnas juga meminta agar surat SIMSA seluruh anggota Polri dicek lagi. Poengki menilai kebijakan itu perlu dilakukan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

"Kompolnas mendorong pengecekan surat ijin membawa dan menggunakan senjata api (SIMSA) seluruh anggota," tuturnya.

Lebih lanjut, Poengki mengatakan jika ada surat SIMSA yang telah habis masanya, maka pemeriksaan harus lebih teliti. Anggota Polri yang memegang senjata harus melalui sejumlah seleksi yang ketat.

"Jika sudah kadaluwarsa maka yang bersangkutan harus mengikuti serta harus lulus dari serangkaian tes, termasuk tes kemampuan menembak, tes psikologi dan tes bebas narkoba, untuk mendapatkan kembali SIMSA," urai Poengki.

Duduk Perkara Aksi Koboi Brigadir A

Brigadir A sebelumnya mengancam santri dengan senjata api di Ponpes Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri pada Rabu malam (23/11) lalu.

Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh menjelaskan, Brigadir A adalah seorang anggota Polrestabes Makassar. Oknum polisi itu diduga tersulut emosi karena menduga rumahnya telah dilempar oleh santri.

"Tersulut emosi kemudian tidak terkontrol akhirnya terjadi. Namanya juga mungkin sisi kemanusiaan mungkin kadang orang bisa mengontrol emosinya kadang tidak," kata AKP Hasan kepada detikSulsel, Minggu (27/11).

Hasan menyebut Propam Polres Gowa telah turun tangan menyelidiki aksi koboi Brigadir A. Namun penanganan kasus Brigadir A itu kini ditangani oleh Propam Polrestabes Makassar.

"Mengingat personel yang dimaksud bertugas di Polrestabes Makassar sehingga diambil alih oleh Propam Polrestabes untuk penegakan hukum untuk personelnya," imbuhnya.

Simak berita menarik dan terupdate lainnya dari Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan di Google News detikSulsel.



Simak Video "Material Longsor di Jalan Poros Malino Sulsel Mulai Dibersihkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)