Duduk Perkara Polisi Ngamuk di Ponpes Gowa dan Ancam Santri Pakai Pistol

Duduk Perkara Polisi Ngamuk di Ponpes Gowa dan Ancam Santri Pakai Pistol

Xenos Zulyunico - detikSulsel
Minggu, 27 Nov 2022 14:27 WIB
Oknum Polisi Brigadir A mengamuk dan mengancam santri Polpes Alzuhri, Kabupaten Gowa dengan senjata api.
Foto: Dok. Istimewa
Gowa -

Oknum Polisi Brigadir A diduga mengamuk dan mengancam beberapa santri dengan pistol di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Kelurahan Samata, Kabupaten Gowa. Brigadir A disebut mengamuk karena salah sangka.

Insiden itu terjadi pada Rabu (23/11). Berdasarkan keterangan penasihat hukum salah satu santri Lisa Wira Ilhami, Brigadir A mengaku rumahnya dilempar saat mendatangi Ponpes A-Zuhri.

"Ini pelaku salah sangka, dia pikirnya ini santri yang melempar ke rumah pelaku," ujar Lisa kepada detikSulsel, Minggu (27/11/2022).


Lisa mengatakan ketika mendatangi Ponpes, Brigadir A langsung mengamuk dan menggedor-gedor pintu. Setelah itu beberapa santri dari lantai tiga bangunan Ponpes bergegas turun untuk melihat apa yang terjadi.

"Tiba-tiba masuklah itu pelaku, mengamuk-mengamuk, teriak-teriak. 'Kenapa lempar-lempar ke rumah?'," kata Lisa.

Brigadir A yang sudah tersulut emosinya menurut Lisa langsung mengamuk dan menarik kerah baju beberapa orang santri. Brigadir A juga disebut mengeluarkan senjata apinya.

"Kebetulan kompleks rumah pelaku itu berseberangan dengan pondok pesantren. Nah masuklah polisi itu, mengamuk tersulut amarah angkat kerah baju beberapa santri itu kemudian mengeluarkan senjata," jelasnya.

Mendengar keributan yang terjadi, salah satu ustaz Ponpes mendatangi pelaku dan berusaha menenangkannya. Ustaz itu kemudian menawarkan kepada pelaku untuk mengecek CCTV agar dapat mengetahui siapa pelaku pelemparan yang dimaksud oleh Brigadir A.

Brigadir A sendiri menduga pelemparan terhadap rumahnya dilakukan oleh santri dari lantai tiga Ponpes Al-Zuhri. Sehingga Brigadir A sempat menolak untuk melihat CCTV karena dianggap tidak dapat melihat aktivitas yang berada di lantai 3 mengingat CCTV itu berada di lantai bawahnya.

"Tetapi si pelaku ini bilangnya 'memang CCTV ini bisa menghadap ke atas ya (ke lantai 3)'?" tutur Lisa.

Lisa mengatakan lantai 3 gedung Ponpes Al-Zuhri merupakan bangunan yang difungsikan sebagai kamar dan jendelanya saat itu tertutup semua. Dia menyebut pada jendela-jendela di lantai 3 juga dipasangi terali.

"Karena lantai 3 itu kamar terus jendela pun tidak terbuka yang ada terali, tapi itu kan jendelannya tertutup semua. Jadi tidak ada ruang untuk melemparlah," katanya.

Kendati awalnya menolak namun Lisa menuturkan akhirnya Brigadir A berkenan agar rekaman CCTV dibuka.

"Dibukakan CCTV ya sampai akhirnya dia tahu bahwa bukan santri, cuma begitu, tidak ada iktikad baik terhadap pesantren dan santri-santri yang ada di situ," pungkasnya.



Simak Video "Menapaki Sejarah Kerajaan Gowa di Benteng Somba Opu"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/ata)