Malang Bhabinkamtibmas di Palopo Babak Belur Dikeroyok Pelajar Tawuran

Malang Bhabinkamtibmas di Palopo Babak Belur Dikeroyok Pelajar Tawuran

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 04 Nov 2022 06:57 WIB
Lima pelaku pengeroyokan terhadap anggota polisi di Palopo, Sulsel, ditangkap.
Foto: Lima pelaku pengeroyokan terhadap Bhabinkamtibmas di Palopo, Sulsel, ditangkap. (Dok. Istimewa)
Palopo -

Nasib malang menimpa Bripka Darvan, seorang Bhabinkamtibmas di Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang babak belur dikeroyok sejumlah pelajar SMA. Padahal Bripka Darvan hanya hendak membubarkan tawuran antarsiswa.

Insiden pengeroyokan tersebut terjadi di depan SMPN 6 Kota Palopo, Kecamatan Mungkajang, Selasa (1/11). Bripka Darvan yang dikeroyok pelajar membuat tubuhnya luka-luka kena bogem mentah dan ditendang.

"Keluar darah dari hidungnya karena ditendang, didorong masuk di got baru ditendang (hidungnya) na berdarah," ungkap Kasi Humas Polres Palopo AKP La Simeng kepada detikSulsel, Kamis (3/11/2022).


La Simeng menjelaskan Bripka Darvan awalnya mendapat laporan dari warga soal adanya tawuran yang terjadi di depan SMPN 6 Palopo. Lokasi itu merupakan wilayah tugas Bripka Darwan sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang.

"Masyarakat laporkan kalau anak-anak mau tawuran di sana, akhirnya dilaporkan ke Bhabinkamtibmas. Bhabinkamtibmas lalu turun," paparnya.

Menurutnya, Bripka Darvan buru-buru ke lokasi tawuran. Korban tidak sempat mengenakan pakaian dinas, hingga menuju ke tempat kejadian perkara hanya mengendarai motor dinasnya.

"Pergi mi dia tidak pakai rompi cuma pakai motor dinas karena tiba-tiba," ujarnya.

Setibanya di lokasi, Bripka Darvan berusaha membubarkan tawuran dan melerai pelajar yang bertikai. Namun kata La Simeng, entah bagaimana Bripka Darvan justru diserang pelajar yang tawuran.

"Bukan polisi yang mulai, meleraikan ji itu, tidak na sangka-sangka dari belakang itu lawannya," ungkap La Simeng.

La Simeng melanjutkan, korban saat itu didorong hingga ditendang. Bahkan Bripka Darvan disebut dilempari helm.

"Di situ berdiri langsung ada dorong, baru dilempari helm itu Bhabin," katanya.

La Simeng menduga para pelajar yang tersulut emosi tidak mengetahui jika yang melerai adalah seorang polisi. Apalagi Darvan ke lokasi tidak mengenakan atribut kepolisian.

"Jadi mungkin dia tidak tahu kalau yang lerai itu polisi," urai La Simeng.

5 Pelajar SMA Ditangkap

Sebanyak lima pelajar SMA ditangkap usai diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap Bripka Darvan. Mereka diamankan ke Mapolres Palopo tidak lama setelah insiden itu.

"Korbannya Bripka Darvan, pelakunya anak SMA," kata Kasi Humas Polres Palopo AKP La Simeng, Rabu (2/11).

Kelima pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AWP (17), RSA (15), MI (15), AS (17) dan R (17). Atas perbuatannya mereka terancam dijerat pasal 170 ayat 1 KUHPidana.

"Atas tindakannya itu, kelima pelajar dijerat Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana tentang tindak pidana penganiayaan," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.