Duduk Perkara Bhabinkamtibmas di Palopo Babak Belur Dikeroyok Pelajar

Duduk Perkara Bhabinkamtibmas di Palopo Babak Belur Dikeroyok Pelajar

Arzad - detikSulsel
Kamis, 03 Nov 2022 17:56 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Palopo -

Bripka Darvan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban pengeroyokan 5 orang pelajar SMA. Darvan menjadi korban penganiayaan saat melerai tawuran antarpelajar.

"Itu anak-anak kan ada laporannya (tawuran), itu anggota Bhabinkamtibmas cepat mi ke sana, tahu-tahu dia yang malah dikena kasihan," kata Kasi Humas Polres Palopo AKP La Simeng kepada detikSulsel, Kamis (3/11/2022).

Insiden pengeroyokan tersebut terjadi di depan SMPN 6 Kota Palopo, Kecamatan Mungkajang, Selasa (1/11). Awalnya Darvan yang mendapat laporan dari masyarakat, langsung buru-buru ke lokasi tawuran.


"Kalau laporan tawurannya cuma itu, masyarakat laporkan kalau anak-anak mau tawuran di sana, akhirnya dilaporkan ke Bhabinkamtibmas. Bhabinkamtibmas lalu turun," tuturnya.

La Simeng melanjutkan, korban lalu berangkat tanpa atribut dinasnya sebagai aparat kepolisian. Korban ke tempat kejadian perkara hanya menggunakan motor dinasnya.

"Pergi mi dia tidak pakai rompi cuma pakai motor dinas karena tiba-tiba," ujarnya.

Setibanya di lokasi, korban tiba-tiba didorong oleh salah seorang pelaku hingga jatuh dan langsung dikeroyok hingga babak belur. Padahal saat itu Darvan hendak melerai perkelahian antarsiswa.

"Bukan polisi yang mulai, meleraikan ji itu, tidak na sangka-sangka dari belakang itu lawannya. Di situ berdiri langsung ada dorong, baru dilempari helm itu babin," katanya.

La Simeng menduga para pelajar yang tersulut emosi tidak mengetahui jika yang melerai adalah seorang polisi. Apalagi Darvan ke lokasi tidak mengenakan atribut kepolisian.

"Jadi mungkin dia tidak tahu kalau yang lerai itu polisi," urai La Simeng.

Darvan pun mengalami luka di sejumlah tubuhnya. Korban bahkan sempat terjatuh di got usai ditendang.

"Keluar darah dari hidungnya karena ditendang, didorong masuk di got baru ditendang (hidungnya) na berdarah," ungkapnya.

Atas insiden itu, lima pelajar SMA ditangkap masing-masing berinisial AWP (17), RSA (15), MI (15), AS (17) dan R (17). Mereka diamankan pada hari tawuran itu terjadi.

"Korbannya Bripka Darvan, pelakunya anak SMA," beber La Simeng.



Simak Video "Tawuran di Lampung, 1 Pelajar Terluka-Jari Tangan Putus"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hsr)