KPK Periksa Pimpinan DPRD Sulsel Andi Ina dan Ni'matullah terkait Kasus PUTR

Berita Nasional

KPK Periksa Pimpinan DPRD Sulsel Andi Ina dan Ni'matullah terkait Kasus PUTR

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 21 Okt 2022 11:12 WIB
Kepanjangan KPK hingga Tugas-tugas Lembaga Antikorupsi Itu
Foto: Kantor KPK. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 2 pimpinan DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Ketua Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Ketua Ni'matullah. Keduanya diperiksa terkait kasus suap pemeriksaan laporan keuangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel.

"Hari ini (21/10) pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi terkait pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020 pada dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR) untuk tersangka ER," kata Plt Jubir bidang Pencegahan KPK Ipi Maryati Kuding kepada wartawan, dilansir dari detikNews, Jumat (21/10/2022).

Ipi Maryati Kuding menuturkan, Andi Ina diperiksa dengan kapasitasnya sebagai saksi untuk Sekretaris Dinas PUTR Edy Rahmat (ER) yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ina dijadwalkan diperiksa pada Jumat (21/10) di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.


Andi Ina akan diperiksa bersama pimpinan DPRD Sulsel yakni Ni'matullah yang juga jadi saksi dalam kasus ini. Namun, Ipi belum menjelaskan terkait apa keduanya diperiksa.

Alasan Ketua DPRD Sulsel

Untuk diketahui, KPK sudah melakukan pemanggilan kepada Ina Kartika Sari di kasus suap laporan keuangan Dinas PUTR Sulsel, pada (13/10). Namun Andi Ina tidak memenuhi panggilan tersebut.

"Undangannya (surat panggilan) dibawa ke rumah saya. Saya kan sekarang di rumah jabatan. Jadi tidak sampai undangannya. Tidak tahu saya," ungkapnya kepada detikSulsel, Jumat (14/10).

Selain karena surat panggilan yang belum diterima, Andi Ina menyebut pada waktu bersamaan untuk pemeriksaan, dia ada kegiatan yang sudah teragendakan jauh hari sebelumnya. Andi Ina mengatakan saat ini dirinya sedang berada di Jakarta.

"Karena saya sudah teragendakan jadwalnya. Sekarang saya ada di Jakarta. Ada kegiatan DPRD juga," katanya.

Menurut sepengetahuannya, pemanggilan ini terkait kasus audit laporan keuangan di Sulsel pada tahun 2020 yang saat dia memang sudah menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel.

Andi Ina kemudian menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya memenuhi panggilan KPK. Dia menyatakan siap menghadiri pemeriksaan jika dipanggil kembali.

"Siap (menghadiri panggilan berikutnya). Kita itu kan harus menghargai yang namanya proses hukum. Sebagai warga negara yang baik pasti lah saya nanti menyediakan waktu," papar Ina Kartika Sari.

KPK diketahui memanggil sejumlah saksi terkait kasus suap pemeriksaan laporan keuangan di Dinas PUTR pada Kamis (13/10). Ada dugaan laporan keuangan diperintahkan untuk dikondisikan oleh mantan Kasuauditorat Sulsel I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulsel, Andy Sony yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saksi yang dipanggil termasuk Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari juga 4 pihak lain yaitu Darusman Idham selaku Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD; M Jabir selaku Sekretaris DPRD Sulawesi Selatan; Junaedi B selaku Plt Kepala BKAD Sulawesi Selatan; dan Moh Roem selaku mantan Ketua DPRD Sulsel.

"Keempat saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait temuan laporan keuangan di Sekretariat DPRD Sulsel yang diduga dikondisikan oleh tersangka AS (Andy Sony) dkk," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (14/10).

Perkara ini diketahui merupakan pengembangan kasus korupsi yang menjerat mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menduga para tersangka di kasus pengembangan ini menerima suap senilai Rp 2,8 miliar.



Simak Video "Dewas Sebut Mars KPK Ciptaan Istri Firli Bahuri Tak Langgar Etik"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)