Ketua DPRD Sulsel Mangkir Jadi Saksi Suap PUTR di KPK: Surat Tak Sampai

Ketua DPRD Sulsel Mangkir Jadi Saksi Suap PUTR di KPK: Surat Tak Sampai

Xenos Zulyunico Ginting - detikSulsel
Jumat, 14 Okt 2022 19:26 WIB
Andi Ina Kartika Jadi Ketua DPRD Sulsel (Opik-detikcom)
Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari (Dok: detikcom)
Makassar -

Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Ina Kartika Sari absen menghadiri panggilan pemeriksaan KPK terkait kasus suap laporan keuangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel. Andi Ina mengaku tidak menerima surat panggilan KPK.

"Undangannya (surat panggilan) dibawa ke rumah saya. Saya kan sekarang di rumah jabatan. Jadi tidak sampai undangannya. Tidak tahu saya," ungkapnya kepada detikSulsel, Jumat (14/10/2022).

Selain karena surat panggilan yang belum diterima, Andi Ina menyebut pada waktu bersamaan untuk pemeriksaan, dia ada kegiatan yang sudah teragendakan jauh hari sebelumnya. Andi Ina mengatakan saat ini dirinya sedang berada di Jakarta. Menurut sepengetahuannya, pemanggilan ini terkait kasus audit laporan keuangan di Sulsel pada tahun 2020 yang saat dia memang sudah menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel.


"Karena saya sudah teragendakan jadwalnya. Sekarang saya ada di Jakarta. Ada kegiatan DPRD juga," katanya.

Andi Ina kemudian menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya memenuhi panggilan KPK. Dia menyatakan siap menghadiri pemeriksaan jika dipanggil kembali.

"Siap (menghadiri panggilan berikutnya). Kita itu kan harus menghargai yang namanya proses hukum. Sebagai warga negara yang baik pasti lah saya nanti menyediakan waktu," tukasnya.

KPK diketahui memanggil sejumlah saksi terkait kasus suap pemeriksaan laporan keuangan di Dinas PUTR pada Kamis (13/10). Ada dugaan laporan keuangan diperintahkan untuk dikondisikan oleh mantan Kasuauditorat Sulsel I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulsel, Andy Sony yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saksi yang dipanggil termasuk Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari juga 4 pihak lain yaitu Darusman Idham selaku Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD; M Jabir selaku Sekretaris DPRD Sulawesi Selatan; Junaedi B selaku Plt Kepala BKAD Sulawesi Selatan; dan Moh Roem selaku mantan Ketua DPRD Sulsel.

"Keempat saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait temuan laporan keuangan di Sekretariat DPRD Sulsel yang diduga dikondisikan oleh tersangka AS (Andy Sony) dkk," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (14/10).

Ina Kartika tidak hadir dalam pemanggilan tersebut. KPK pun akan melakukan pemanggilan ulang terhadap yang bersangkutan.

Perkara ini diketahui merupakan pengembangan kasus korupsi yang menjerat mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menduga para tersangka di kasus pengembangan ini menerima suap senilai Rp 2,8 miliar.



Simak Video "Dinilai Teledor Karena Rekening Pedagang Burung Terblokir, Ini Kata KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)