Tampang DPO Pelaku Mutilasi 4 Warga di Papua Usai Ditangkap

Papua

Tampang DPO Pelaku Mutilasi 4 Warga di Papua Usai Ditangkap

Andi Nur Isman - detikSulsel
Sabtu, 08 Okt 2022 17:54 WIB
Roy Marthen Howay, DPO kasus mutilasi warga Papua.
Foto: Roy Marthen Howay, DPO kasus mutilasi warga Papua.
Timika -

Roy Howay, pelaku mutilasi sadis empat warga di Timika, Papua ditangkap polisi. Roy sebelumnya dinyatakan buron alias masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Dalam foto yang diterima detikcom, Roy sudah menggunakan baju tahanan oranye setelah ditangkap. Dia memegang selembar kertas yang menginformasikan identitas dirinya.

Selembar kertas itu tertulis nama lengkapnya Roy Marthen Howay. Dia lahir di Fak-fak pada 3 April 1992. Selanjutnya dituliskan juga jenis kelamin, suku, agama, dan alamat tinggal.


Dirkrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani mengatakan pelaku diamankan polisi di Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (8/10). Faizal mengatakan pihaknya masih mendalami terkait penangkapan tersebut.

"Siang ini kurang lebih satu jam yang lalu barusan kita amankan. Yang bersangkutan kita amankan di daerah Nawaripi dekat pom bensin, di belakangnya," ujarnya kepada wartawan di Jayapura, Papua, Sabtu (8/10/2022).

"Kita sedang dalami itu tempatnya di mana. Tapi yang jelas kita dapatkan di daerah tersebut," ucapnya.

Diketahui, Roy Marthen Howay adalah pelaku kasus mutilasi di Mimika, Papua yang sempat menjadi buron polisi. Komnas HAM mengatakan jika Roy bukan pelaku utama.

"Jadi banyak pembicaraan yang masyarakat menangkapnya salah satu berbagai keterangan itu macet di Roy Marthen Howay, kok kesannya dia dijadikan pelaku utama. Jadi Roy bukan pelaku utama, dia pelaku saja. Dan penting polisi untuk segera menangkap Roy biar terangnya peristiwa ini semakin lama semakin terang," jelas Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip detikcom, Rabu (21/9).

Selain itu, Komnas HAM juga menduga pelaku mutilasi empat warga sipil di Mimika, Papua, sudah berpengalaman. Hal itu tersebut lantaran pelaku memutilasi lebih dari satu korban di waktu yang bersamaan.

"Pilihan tindakan mutilasi, apalagi korbannya di saat yang sama lebih dari satu, itu biasanya menunjukkan karakter pelaku yang sudah punya pengalaman terhadap tindakan mutilasi sebelumnya," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip detikcom, Rabu (21/9).

Seperti diketahui, pelaku mutilasi sadis tersebut berjumlah 10 orang. Sebanyak 6 di antaranya merupakan oknum anggota TNI. Sementara 4 lainnya merupakan warga sipil termasuk Roy Howay yang baru saja ditangkap.



Simak Video " Sederet Fakta Terkini Kasus Mutilasi Wanita di Bekasi"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)